Pesona Batik Jawa Timur di Tangan Oscar Lawalata

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 20:45 WIB
Pesona Batik Jawa Timur di Tangan Oscar Lawalata Sejumlah model memeragakan busana batik Jawa Timur karya Oscar Lawalata. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah sukses menyambangi markas UNESCO pada Juni 2018 lalu, desainer Oscar Lawalata memamerkan karya busana dalam gelaran "Batik for The World, Menuju 1.000 Kain".

Wastra-wastra indah dengan ragam motif dan warna yang dihadirkan merupakan hasil pembinaan Oscar terhadap sejumlah pengrajin batik dari Jawa Timur.

"Kami selalu menitikberatkan pada pengrajin. Memberikan edukasi, sama-sama cari kendala, saya harap mereka berkembang dengan pasar semakin besar dan memperoleh inspirasi," kata Oscar dalam sambutannya jelang peragaan busana di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (19/10).



Oscar menyajikan sekitar 50 tampilan busana dengan material utama berupa kain batik tulis. Pertunjukan dibagi dalam empat babak: Trenggalek, Surabaya, Madura, dan tiga daerah yang menjadi satu di antaranya Kediri, Ponorogo, dan Gresik.

Beragam kain batik tulis itu diaplikasikan ke dalam tampilan yang modern. Oscar mengambil berbagai siluet, mulai dari midi dress, outer, tunik, bawahan kebaya, dress serupa mantel, blus, serta sleeveless blouse.

Model memeragakan busana rancangan Oscar Lawalata di Plaza Mandiri, Jakarta.Model memeragakan busana rancangan Oscar Lawalata di Plaza Mandiri, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Tak hanya bermain pada busana wanita, Oscar juga menyediakan pilihan busana pria. Namun, busana pria yang ditampilkan terbatas pada atasan berlengan panjang.

Urusan warna, Oscar kebanyakan menggunakan warna-warna bumi atau alam seperti gradasi cokelat, hijau gelap, biru dongker, ungu, atau merah marun. Di antara warna-warna bumi, terselip pula beragam warna cerah. Perpaduan itu membuat tampilan tak terasa suram.


Bagi Oscar, kain-kain batik khas Jawa Timur memiliki ciri khas penggunaan pewarna alam seperti nuansa hijau dari dedaunan dan sentuhan cokelat dari akar. "Warna alam mereka kuat. Mungkin tak sehalus Jawa Tengah, tapi ini yang membedakan mereka," katanya.

Oscar berusaha membuat batik menjadi sesuatu yang 'baru' kembali. Batik dengan motif klasik berupa flora dan fauna disulapnya menjadi lebih modern dan tak terkesan usang. Oscar juga tak sembarangan menyematkan sulam, manik, atau payet agar motif tetap bisa memperlihatkan keindahannya.

Model memeragakan busana rancangan Oscar Lawalata di Plaza Mandiri, Jakarta.Model memeragakan busana rancangan Oscar Lawalata di Plaza Mandiri, Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)

"Cutting pun demikian, jadi tidak bagaimana batik kita potong-potong begitu saja. Ia memiliki bentuk baru tapi motif tidak rusak," imbuh Oscar.

Bukan tanpa alasan hal-hal detail itu diperhatikan dengan saksama. Oscar sadar bahwa setiap satu lembar kain batik memerlukan proses panjang, mulai dari menggambar motif, melapisinya dengan malam atau lilin, proses pewarnaan hingga kain siap digunakan.

Dalam koleksinya kali ini, Oscar menggunakan kain batik tulis. Teknik batik tulis ini diaplikasikannya pada beragam jenis kain seperti sutera, tenun, katun, dan linen.


Membantu Korban Gempa Palu

Duka warga Palu-Donggala, Sulawesi Tengah, atas bencana gempa dan tsunami yang melandanya pada akhir September 2018 masih terasa hingga kini.

Kesempatan pagelaran mode ini pun dimanfaatkan Oscar bersama Bank Mandiri untuk melelang empat lembar kain khas Jawa Timur.

Lelang yang berlangsung tertutup itu dimulai dengan nilai Rp11 juta untuk kain yang dipilih.

Sebanyak 20 persen hasil lelang bakal disumbangkan untuk penyintas bencana dan pemulihan wilayah terdampak bencana. Selain Palu, hasil lelang juga bakal disumbangkan untuk Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang juga dilanda gempa pada Agustus 2018 lalu. (els/asr)