Ironi Tersembunyi di Balik Gemerlap Pekan Mode

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 14:33 WIB
Ironi Tersembunyi di Balik Gemerlap Pekan Mode Ilustrasi peragaan koleksi Dior pada Paris Fashion Week. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mewah dan megah jadi kata yang tepat untuk menggambarkan gemerlap pekan mode. Namun, di balik kilau gemerlapnya ajang yang disebut-sebut sebagai kiblat mode itu, ada ironi yang tersembunyi.

Paris Fashion Week, misalnya, yang menjadi kiblat mode dunia, termasuk Indonesia. Ajang itu menampilkan peragaan busana dari desainer ternama dan label-label mewah dunia. Pekan mode ini bertabur model dan bintang kelas atas. Akan tetapi, di balik kemewahan itu, ada ironi yang luput dari perhatian.

Ironi ini ditangkap oleh bidikan fotografer amatir, Erell Hemmer. Saat semua kamera tertuju pada runway Paris Fashion Week, kamera analog Hemmer justru menangkap realita yang kontras.



Ketertarikannya pada dunia mode, membuat Hemmer memilih untuk memotret Paris Fashion Week sebagai tugas akhir mata kuliah fotografi analognya.

Jalan menuju pekan mode terbesar itu tentu tak mudah, apalagi bagi Hemmer yang hanya seorang mahasiswa dan berstatus fotografer amatir. Dia tak memiliki akses untuk masuk ke gelaran pekan mode.

"Pemberitaan dan iklannya ada di mana-mana, tapi untuk mendapatkan akses ke fashion show penting ini, Anda harus menjadi orang penting. Tentunya saya tak dapat undangan, karena saya bukan siapa-siapa," ujar Hemmer dalam sebuah diskusi di gelaran Jakarta Fashion Week, beberapa waktu lalu.

Dengan koneksi jurnalisnya, Hemmer dan kamera analognya bisa menyusup masuk ke pekan mode itu. Tercatat, dia berhasil menjadi 'penyusup' di Paris Fashion Week pada 2014 dan 2015.


Awalnya, memotret ajang prestisius itu sempat bikin Hemmer ciut. Tapi hemmer memilih untuk masa bodoh.

Selain menangkap kemewahan busana di catwalk, Hemmer juga memotret keriuhan di luar arena Paris Fashion Week. Baginya, hiruk-pikuk dan euforia yang berlangsung di jalanan Paris kala ajang itu digelar sangat menarik perhatian.

"Ibu kota Prancis ini benar-benar bertransformasi selama Paris Fashion Week. Orang-orang biasa bahkan berjalan dengan tampilan busana dan dandanan modis," tutur Hemmer.

Tak jarang pula, tampilan orang-orang itu cenderung nyeleneh dengan gaya yang tak biasa. Salah satu yang tertangkap kamera Hemmer adalah sepatu hak tinggi yang berlekuk. Orang yang memakainya dijamin akan merasa kesulitan berjalan.

Erell Hemmer.Erell Hemmer. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

"Sepatu itu benar-benar aneh, tapi tetap saja dipakai. Kondisi ini normal selama pekan mode berlangsung," ujar Hemmer.

Di tengah sepatu-sepatu modis itu, tertangkap pula sneaker buluk yang tampak cabik-cabik dan sudah lama tak dicuci. Ini salah satu ironi di Paris Fashion Week. "Lucu sekali melihat bagaimana orang mempersepsikan fesyen dengan cara yang berbeda," kata Hemmer.

Ironi Pekan Mode

Jelang peragaan busana dimulai, tamu undangan biasanya bakal berdatangan sekitar 30 menit lebih awal. Saat itu pula, semua jurnalis dan fotografer akan bersiaga dan siap menyerbu jika ada tamu penting atau bintang besar untuk mendapatkan dokumentasi terbaik.

Para tamu itu biasanya datang dengan muka datar dan dingin. Mereka tak pernah menyunggingkan senyum. Tas dan kacamata hitam merupakan aksesori wajib yang mesti dipakai. Beberapa bakal terlihat pura-pura sibuk dengan telepon pintarnya.


"Karakteristik mereka hampir sama. Mereka terlihat sibuk dengan HP mereka dan menunjukkan bahwa mereka punya semua kriteria untuk memiliki undangan VIP. Mereka tidak pernah senyum sama sekali. Hampir dingin seperti es," ungkap Hemmer mengenang.

Saat para tamu itu sudah masuk, situasi berbeda mulai terasa. Jurnalis bakal sibuk dengan pekerjaannya dan jalanan tampak lengang selama pertunjukan. Pemandangan serupa bakal muncul kembali setelah peragaan selesai.

Ketika itu, tamu undangan akan keluar dengan bangga sambil membawa tentengan atau goodie bag berlabel Louis Vuitton atau Channel, oleh-oleh usai menonton pertunjukan.

Peragaan busana Givenchy di Paris Fashion Week.Peragaan busana Givenchy di Paris Fashion Week. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)

Ada pula sekelompok penggemar penyanyi Selena Gomez yang bersabar menanti sang idola keluar menonton Paris Fashion Week. Menurut Hemmer, mereka rela bolos sekolah demi bisa melihat Gomez walaupun dari jauh dan mesti berdesak-desakkan.

"Sekuriti pun bahkan tak mampu menahan penggemar Selena Gomez itu," ucap Hemmer.

Ya, pekan mode memang semakin bergeliat. Di sana ada tren yang ditawarkan untuk industri mode yang kerap terkesan elite. Namun, di balik kemewahan itu, ada sedikit keangkuhan yang tersirat. (ptj/asr)