Si Pemberi 'Nyawa' Busana di Pekan Mode

CNN Indonesia | Sabtu, 03/11/2018 10:57 WIB
Si Pemberi 'Nyawa' Busana di Pekan Mode Laura Muljadi (Adhi Wicaksono/CNNIndonesia.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajah model yang satu ini sudah wara-wiri di sederet panggung mode. Bermodal tubuh tinggi semampai dan kulit cokelat eksotis, Laura Muljadi telah 'menjajah' dunia mode selama lebih dari satu dekade.

Namun, siapa yang menyangka jika Laura, yang awalnya tak mengerti dunia permodelan, kemudian terjun menjadi model untuk sebuah ajang pekan mode?

Pengalaman Laura ini dimulai sejak 2004 silam. Saat itu, dia berkesempatan menjadi model yang melenggang di panggung Amsterdam Fashion Week. Masih lekat di ingatan, bagaimana dia dibentak sang koreografer.



"Dia (koreografer) pakai bahasa Belanda, saya sama sekali enggak ngerti. Koreografer marah-marah. Saya pun belajar (bahasa Belanda) pelan-pelan," tutur Laura saat bertandang ke kantor CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Langkah awal di Amsterdam Fashion Week membukakan jalan Laura untuk berkelana di sederet pekan mode lain seperti Paris Fashion Week, New York Fashion Week, serta berbagai pekan mode dalam negeri yang kini makin menjamur.

Saking banyaknya, Laura bahkan tak menghitung lagi berapa kali dia tampil dan berapa busana yang pernah diperagakannya. Yang jelas Laura termasuk beruntung. Semasa kariernya, dia telah mengenakan sederet busana rancangan desainer favorit, mulai dari Anne Avantie hingga Dolce & Gabbana.

Model, Sang Pemberi 'Nyawa' pada Busana di Pekan ModeFoto: CNN Indonesia/Fajrian/AdTanda


Meski tak mudah untuk sampai di titik ini, tapi baginya gelaran pekan mode adalah wadah 'penggemblengan' yang baik bagi seorang model.

"Pekan mode itu platform oke buat para model untuk merasakan dunia model yang sebenarnya. Mereka harus memberikan jiwa untuk koleksi yang dikenakan," kata Laura.

Laura menolak anggapan bahwa model sekadar bertugas mengenakan busana indah dan berjalan di atas catwalk. Mengenakan busana indah jelas bukan hal yang mudah.

Seorang model harus berhadapan dengan beragam koreografer dan desainer yang saling berbeda satu sama lain. Dan itu bisa terjadi dalam kurun waktu satu hari sekali pun. Sementara model bertanggung jawab memberikan 'nyawa' untuk busana yang dipamerkan.

Tahapan Panjang Menuju Panggung Pekan Mode

Tahapan pemilihan model bakal berlangsung ketat. Ada beberapa tahap yang kudu dilakoni seorang model untuk akhirnya dapat kesempatan melenggak-lenggok di panggung pekan mode.

Dimulai dari proses seleksi atau casting call. Di sini, pihak agensi bakal mengirimkan composite card yang berisi foto diri model dari beragam sisi dan ukuran tubuh.

Sang Pemberi 'Nyawa' pada Busana di Pekan ModeFoto: CNN Indonesia/Andry Novelino

Setelahnya model bersiap untuk mengikuti seleksi langsung. Di dalamnya ada sesi foto hingga sesi catwalk atau cara berjalan.

"Setelah itu agensi akan diberi kabar. Tak selalu langsung diterima," kata Laura. Di sana ada proses 'tawar-menawar' antara agensi dan penyelenggara pekan mode. Penyelenggara memberikan permintaan, namun agensi yang berhak memutuskan untuk menerima atau tidaknya.

Dan terakhir adalah sesi fitting busana. Proses ini penting untuk menyelaraskan ukuran tubuh model dan busana yang dikenakan.

Memasuki hari pelaksanaan, tantangan bakal mulai terasa. Model kudu melakoni gladi resik yang biasa digelar beberapa jam sebelum pagelaran dimulai. Kondisi ini, jelas bakal memakan energi sang model.

Laura mengingatkan para model untuk fokus. "Rehearsal (gladi resik) jangan bercanda," katanya. Dia sendiri tak mau melakukan proses itu hanya untuk desainer, tapi lebih jauh lagi, proses gladi resik dilakoninya untuk mendalami 'mood' pertunjukan.

Belum lagi Laura juga kudu menghapal koreografi yang ditentukan. Dalam fase ini, bukan hal yang tak mungkin jika seorang model mendadak lupa akan koreografi yang telah dijelaskan. Wajar saja, tubuh lelah bisa membuyarkan segala hal. (els/asr)