Ulasan Kuliner

Menyicip IndoDiner, Restoran OOTD untuk Kaum Milenial

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 17:38 WIB
Menyicip IndoDiner, Restoran OOTD untuk Kaum Milenial Bourbon Pork di IndoDiner (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa faktor utama yang Anda lihat ketika memilih restoran?

Apakah rasa makanan, lokasi, restoran baru yang banyak diulas, ataukah lokasi yang sempurna untuk foto OOTD atau Outfit of the day untuk dipajang di media sosial?

Seperti sebuah tren sekarang ini, restoran baru memang tak bisa hanya mengandalkan rasa makanan untuk menarik minat pengunjung, terutama kaum milenial.



IndoDiner adalah salah satu restoran di kawasan Pluit, Jakarta Utara yang baru saja dibuka. Melihat begitu meriahnya 'promo' di media sosial yang melibatkan food blogger ternama membuat saya dan teman-teman penasaran akan tempat ini.

Lokasi restoran ini tepat berada di pinggir jalan besar kawasan Pluit. Lokasinya sendiri cukup mudah ditemukan dengan bentuk badan bus yang menonjol unik di depan restoran.

Masuk ke dalam restorannya membuat saya merasa masuk ke dalam bus, tapi ternyata restorannya sendiri cukup besar. Dengan dua lantai yang luas, IndoDiner sendiri membuat restoran ini bisa menampung banyak orang sekaligus.

Interior restorannya sendiri patut diacungi jempol. Dengan balutan warna pink dan turquoise, nuansa restoran jadi terlihat ceria.

Masuk ke dalam restorannya, saya disambut oleh seorang pelayan yang mengarahkan ke bangku empuk tempat saya bisa bersantap.

Pemandangan langsung diramaikan dengan banyaknya anak-anak muda yang bergerilya mencari posisi paling tepat untuk berfoto OOTD terkeren.

Hampir setiap sudut tempat ini memang terlihat instagramable. Kursi-kursi yang ditata dengan model menyerupai diner ala Amerika yang nyaman dan unik, toilet cantik, sampai aneka lampu-lampu kecil yang dibentuk dengan aneka grafiti yang tertempel di tembok membuat restoran ini makin fotogenik.

Di malam hari, dekorasi restoran ini bakal makin ciamik dengan paduan warna yang kekinian.

Foto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti

Aneka menu

Sang pelayan wanita terlihat memakai seragam yang lucu dan unik persis seperti pelayan diner di Amerika Serikat.

Berlembar-lembar kertas menu pun akhirnya mengarahkan saya kepada satu menu menarik, bourbon pork.

"Ini pork yang digrill dan disiram saus bourbon," katanya.

Teman saya memutuskan untuk memilih nasi goreng dan juga soto ayam. Ah, saya pikir awalnya restoran ini hanya menyediakan aneka hidangan ala barat, namun kenyataannya juga ada menu Indonesia.

IndoDiner sendiri menghadirkan aneka hidangan yang didominasi makanan Indonesia, misalnya nasi bakar teri jhambal, rawon setan, soto ayam, rendang bakar arang, mi goreng jawa, tempe mendoan, soto tangkar, sop buntut dan lainnya.

Hampir 20 menit kemudian, pork bourbon saya sampai di meja. Masih senada dengan nuansa pink dan turquoise, piring makan berukuran besar yang dipakai sebagian besar berwarna turquoise. Cerah.

Awalnya saya berpikir bahwa pork bourbon saya akan disajikan mirip steak bbq. Alias pork grill yang disiram saus bourbon yang kecokelatan dan mengilat.

Foto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti


Hanya saja selain irisan tebal pork berlumur saus bourbon, ada menu pendamping lainnya yaitu saute paprika dan bawang bombay. Tak cuma itu, ternyata ada nasi juga yang disandingkan di sampingnya.

Sedikit saran, mungkin nasinya sendiri akan terlihat lebih indah jika dicetak dengan berbagai bentuk, tak disendok seperti biasa.

Sebagai bintang utamanya, porknya sendiri tak cukup menonjol. Dagingnya yang tebal dan putih ini memiliki crust atau kerak berwarna kecokelatan yang garing di atasnya. Namun overcooked membuat dagingnya jadi terasa keras saat disantap. Bumbunya pun tak meresap sampai ke dalam. Jika di bagian atasnya terlihat cokelat, namun di bagian bawah dagingnya terlihat masih pucat dan putih tampak belum matang merata.

Namun setidaknya ada citarasa western dan unik yang dihadirkan dalamnya yaitu rosemary.

Saus bourbonnya sendiri terasa cukup enak dan manis gurih.

Berbeda dengan pork bourbon, soto ayam disajikan dalam ukuran yang cukup besar. Soto ayamnya sendiri merupakan varian soto kuning.

Sayangnya, saya dan teman saya harus menunggu sekitar satu jam lebih untuk bisa menyantapnya.

Bahkan menu makanan penutup yang dipesan yaitu pisang goreng madu datang terlebih dulu dibanding si soto ayam

Pisang goreng madu ini disajikan dengan tambahan remahan biskuit hitam dan juga es krim vanila.

Foto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti

Rasanya cukup enak untuk disantap siang hari yang panas dan untuk mengganjal perut lapar.

Kesimpulannya, restoran ini memberi pengalaman bersantap yang berbeda dari restoran kebanyakan yang menyasar anak muda kekinian. Restoran ini juga berkembang seiring adanya tren peningkatan keinginan anak-anak milenial untuk 'menghias' akun media sosialnya dengan foto-foto yang cantik.

Selain itu, meskipun restoran ini mengusung konsep interior ala western, tapi tak melupakan aneka kuliner lokal di dalam menunya. 

Kelebihannya: Bicara soal interior, restoran ini memikirkan dengan matang konsep tempat yang ingin diusungnya. Ini terlihat dari tatanan dan dekorasi yang diberikan di lantai satu dan lantai dua. 

Kekurangan: Soal makanannya, restoran ini punya banyak PR untuk diperbaiki baik dari segi kecepatan pelayanan dan rasa makanannya. (chs)