Studi: Pneumonia Ancam 11 Juta Nyawa Balita pada 2030

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 07:52 WIB
Studi: Pneumonia Ancam 11 Juta Nyawa Balita pada 2030 Ilustrasi balita (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pneumonia bukan penyakit main-main. Penyakit infeksi saluran pernapasan ini diprediksi bakal 'membunuh' hampir 11 juta balita pada tahun 2030 mendatang.

Prediksi itu muncul dari analisis teranyar yang dilakukan oleh Johns Hopkins University bersama dengan organisasi non-pemerintah, Save the Children. Mereka menganalisis perkiraan tersebut berdasarkan tren yang ada saat ini.

Melansir AFP, hasilnya lebih dari 10,8 juta balita akan 'menyerah' terhadap penyakit ini pada akhir dekade berikutnya.



Infeksi pernapasan yang menyerang anak banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Ratusan ribu anak meninggal setiap tahunnya akibat pneumonia.

Pada tahun 2016, tercatat lebih dari 880 ribu anak di bawah usia di bawah dua tahun meninggal karena infeksi pernapasan.

Penelitian ini juga mencatat bahwa beberapa negara harus mempersiapkan diri untuk menanggung beban tertinggi akibat pneumonia dengan 1,7 juta anak berisiko di Nigeria dan India, 700 ribu anak di Pakistan, dan 635 ribu di Republik Demokratik Kongo.

Kendati demikian, penelitian ini juga setidaknya memberikan kabar baik tentang penanganan pneumonia. Penelitian yang dipublikasikan tepat pada Hari Pneumonia Sedunia 12 November 2018 ini juga menemukan beberapa hal yang sangat bisa dilakukan untuk menangani kematian anak akibat penyakit infeksi pernapasan ini.


Beberapa hal tersebut di antaranya meningkatkan cakupan vaksinasi, ketersediaan antibiotik yang lebih terjangkau, dan memastikan nutrisi yang baik untuk anak. Jika ketiga hal itu dilakoni, total sebanyak 4,1 juta jiwa anak bisa terselamatkan.

Pneumonia merupakan infeksi pernapasan yang dapat tertular melalui virus dan bakteri. Penyakit ini dapat terobati jika dideteksi sejak dini dan sistem kekebalan tubuh pasien tidak terganggu.

Sebagian besar pneumonia menyerang anak-anak dengan malnutrisi. Penyakit ini bahkan membunuh lebih banyak bayi setiap tahun daripada malaria, diare, dan campak.

2030 sendiri merupakan target United Nations Sustainable Development Goals, yang salah satunya termasuk mengakhiri kematian anak yang dapat dicegah, salah satunya pneumonia. (asr)