Catatan Penting Sebelum Berhubungan Seks Saat Hamil

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 23:12 WIB
Catatan Penting Sebelum Berhubungan Seks Saat Hamil ilustrasi hamil (Pexels/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang yang memutuskan untuk rehat berhubungan seks saat tahu pasangannya hamil.

Pasalnya mereka takut hubungan seks akan mengganggu momen kehamilan dan kenyamanan si bayi dalam kandungan.
 Hanya saja berhubungan seks saat hamil bukanlah hal yang salah dan terlarang.

Dokter kandungan Frizar Irmansyah mengatakan berhubungan seks saat hamil sangat dianjurkan dan bahkan bisa memberikan manfaat.



"Dari awal hingga akhir (kehamilan) tidak masalah, bahkan kita sarankan pada akhir masa kehamilan untuk berhubungan supaya memancing persalinan, memancing kontraksi. Karena berhubungan seks, pada saat orgasme itu kan pasangan mengalami kontraksi," kata Frizar saat ditemui oleh CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


Selain itu kandungan prostalglandin yang terdapat pada sperma, kata Frizar, dapat membantu mempercepat perangsangan bersalin. Maka itu, pasangan tidak perlu menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan.

Anggapan mengenai sperma yang akan terkena bayi juga harus dibuang jauh-jauh. Sebenarnya bayi yang berada di dalam kandungan telah dilindungi oleh selaput kandungan. Hal ini jadi dipastikan tidak akan terkena cairan sperma yang masuk ke rahim.

Frizar pun menambahkan bahwa sebenarnya ibu hamil ingin bercinta dengan sang suami sangat wajar. Walaupun logikanya, ibu hamil lebih mudah capek lantaran perut makin besar yang cenderung dapat menurunkan gairah seks.

"Wajar saja, tidak ada yang aneh, berhubungan seks itu seperti makan dan minum yang di mana ini adalah sebuah kebutuhan," ucap Frizar.

Catatan Penting Berhubungan Seks Saat Hamil

Bercinta dalam kondisi hamil sangat berbeda pada saat berhubungan seks dengan kondisi normal. Perubahan tubuh yang dialami oleh pasangan serta adanya janin menjadikan ada beberapa hal yang harus diperhatikan.


Pertama, pastikan alat kelamin harus bersih dan terhindar dari infeksi penyakit. Hal ini memang tidak ada bedanya pada saat bercinta dalam kondisi normal, namun jika tidak diperhatikan maka infeksi pada kelamin dapat menular kepada pasangan.

Kedua, atur tempo atau alur waktu saat bercinta saat kondisi hamil lebih lambat ketimbang kondisi normal. Pasangan harus bisa menjaga emosi saat bercinta, apabila tidak diatur dengan baik bisa menimbulkan efek buruk bagi pasangan. Seperti timbulnya luka atau cedera pada alat kelamin, flek, bahkan yang lebih parah lagi adalah air ketuban pecah sebelum waktunya hingga keguguran.

"Maka dari itu berhubungan seks lebih lambat, selain itu juga karena kondisi pasangan sedang hamil menjadikan susah 'panas'. Jadi suami juga harus lebih pengertian," kata Frizar.


ilustrasi hamilFoto: StockSnap/Freestocks.org
ilustrasi hamil

Catatan penting berikutnya adalah pastikan kondisi pasangan yang sedang hamil tidak memiliki riwayat mengalami keguguran yang berulang kali pada kehamilan sebelumnya. Kondisi ini sangat berisiko karena bisa saja mengalami keguguran kembali.

Akan tetapi bagi yang baru mengalami kehamilan pertama juga harus memiliki kewaspadaan akan hal ini. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan mengenai kondisi rahim.

"Tapi sebenarnya juga tidak masalah kalau tidak konsultasi, selama tidak ada penghalang ya lakukan saja (hubungan seks) sepanjang belum bermasalah," kata Frizar.

Bagi yang mengandung anak kembar tidak disarankan untuk melakukan hubungan seks selama kehamilan.

Saat mengandung anak kembar maka mulut rahim akan mengalami tekanan yang sangat tinggi, apabila diberi tekanan yang lebih kuat karena bercinta, dikhawatirkan akan terjadi kontraksi. Selain itu kondisi pasangan yang mengandung anak kembar lebih mudah lelah dan bisa menganggu kesehatannya.

Berhubungan seks melalui anus atau anal juga sangat tidak disarankan pada saat hamil. Tidak hanya dalam kondisi normal saja anal dilarang, begitu juga saat hamil lantaran tidak menggunakan 'jalur' yang semestinya.

Hal ini juga mengakibatkan alat kelamin lebih mudah terinfeksi penyakit karena anus merupakan salah satu bagian pencernaan untuk mengeluarkan kotoran. Jadi pilihan alternatif untuk melakukan seks saat hamil adalah oral seks. Dengan oral seks, alat kelamin akan terhindari dari segala kotoran dan terhindar dari penyakit.

"Selama suami sehat dan bersih ya tidak apa (oral seks), yang tidak dianjurkan itu anal. Kalau (setelah) oral seks bisa dicuci dengan sabun, jadi tidak masalah," kata Frizar. (auz/chs)