Dituduh Rasis, Peragaan Dolce & Gabbana di China Dibatalkan

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 12:17 WIB
Dituduh Rasis, Peragaan Dolce & Gabbana di China Dibatalkan Desainer Italia Domenico Dolce dan Stefano Gabbana (Stefano Rellandini)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelaran peragaan busana Dolce & Gabbana di Shanghai mendadak dibatalkan. Pembatalan itu muncul setelah sederet tuduhan rasis dilemparkan terhadap rumah mode asal Italia tersebut.

Deretan selebriti, termasuk Zhang Ziyi, Li Binging, dan Wang Junkai telah terang-terangan mengatakan bahwa mereka tidak akan menghadiri peragaan yang sebelumnya direncanakan bakal digelar pada Rabu (21/11) malam.

Tak cuma itu, brand ambassador Dolce & Gabbana, Karry Wang, juga telah mengonfirmasi rencana ketidakhadirannya pada gelaran tersebut.



Dolce & Gabbana tengah terperangkap dalam kontroversi akibat serangkaian video media sosial yang diunggahnya pada akhir pekan lalu.

Video tersebut memperlihatkan seorang wanita China yang diberi tahu bagaimana caranya memakan makanan Italia dengan menggunakan sumpit. Mengutip CNN, video dibuat untuk mempromosikan peragaan "The Great Show".

[Gambas:Instagram]

Video pertama dirilis pada Minggu (18/11). Video itu menampilkan seorang model bergaun merah berpayet yang mencoba memakan seluruh pizza dengan sumpit. Lalu, seorang narator berbicara, "Jangan mencoba menggunakan sumpit seperti pisau".

Dalam dua video selanjutnya, model yang sama mencoba untuk memakan semangkuk spaghetti masih dengan cara yang serupa.

[Gambas:Instagram]

Usaha Dolce & Gabbana itu pada akhirnya membuat marah netizen, khususnya China. Topik seputar tuduhan rasis untuk Dolce & Gabbana itu masih berada di posisi teratas pada platform Weibo hingga beberapa jam sebelum pertunjukan dimulai.

Sejumlah netizen berkomentar bahwa video tersebut sangat rasis dan dibuat dengan niat untuk memicu kemarahan publik demi keuntungan perusahaan.

Tuduhan rasis tersebut juga muncul dari berbagai akun media sosial instagram. Adanya unggahan soal percakapan via pesan pribadi instagram yang melibatkan akun Stefano Gabbana yang terverifikasi juga beredar. Dalam unggahan tersebut, Stefano dikatakan menulis berbagai hal-hal rasis tentang China. 

Namun dalam akun instagram resminya, Stefano Gabbana mengunggah sebuah foto tangkapan layar (screenshot) yang bertuliskan 'Not me.'

"Akun instagram saya sudah diretas. Kantor pengacara saya sedang mengerjakan kasus ini. Saya cinta China dan budaya China. Saya minta maaf atas apa yang sudah terjadi," tulisnya. 

[Gambas:Instagram] (asr)