Melania Trump Dihujat Karena Pakai Dress Dolce & Gabbana

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 15:17 WIB
Melania Trump Dihujat Karena Pakai Dress Dolce & Gabbana Melania Trump (Reuters/Leah Millis
Jakarta, CNN Indonesia -- Kontroversi rasial Dolce & Gabbana tentang China sampai saat ini masih berbuntut panjang. Toko-toko, selebriti, model, sampai ritel memboikot dan tak mau lagi memakai atau menjual barang Dolce & Gabbana. 

Namun ada juga orang yang ternyata tak peduli dengan hal itu. Salah satunya adalah Melania Trump. 

Saat makan malam di Perayaan Thanksgiving, Melania Trump terlihat memakai gaun hitam buatan rumah mode Italia itu. Melania boleh saja tak peduli dengan pilihan busananya, tapi nyatanya gaun mewah Dolce & Gabbananya menimbulkan reaksi keras dari warganet.



Reaksi keras yang menyalahkan Melania Trump karena memakai gaun tersebut tak diambil pusing. Dia masih berpikir bahwa Dolce & Gabbana adalah label yang keren. 

"Melania selalu menjadi penggemar Dolce & Gabbana, dia sangat suka baju buatan mereka dan menyukai kedua desainer, Domenico (Dolce) dan Stefano (Gabbana) secara personal," kata salah seorang sumber dekat Melania kepada HollywoodLife. 

"Tentu saja Melania tahu tentang kontroversi rasial Dolce & Gabbana, tapi dia tak ambil pusing soal itu. Mereka sudah minta maaf, orang hanya harus move on dan melupakannya."

"Melania sangat memikirkan semua yang dia pakai, jadi ini bukan kebetulan dia memakai gaun itu. Terutama karena dia sudah pakai itu sebelumnya. Dia melakukan ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan pada Dolce & Gabbana."

Dalam video permintaan maaf, Jumat, Gabbana dan co-founder Domenico Dolce mengatakan bahwa mereka telah melakukan perenungan serius dan sangat sedih akan dampak dari kata-kata mereka.


"Atas nama kesalahpahaman budaya yang kami lakukan, kami berharap Anda mau memberikan pengampunan," jelas Dolce dalam bahasa Italia, dalam video dimana kedua desainer itu duduk berdampingan.

Video berdurasi 85 detik itu ditulis dengan judul berbahasa Mandarin dan telah diposkan di platform Twitter ala China, Weibo.

Gabbana juga meminta pengampunan dan menawarkan permintaan maaf resmi kepada orang-orang Tionghoa di seluruh dunia. Para perancang mengakhiri video dengan mengatakan maaf dalam bahasa Mandarin.


"Kami tidak akan pernah melupakan pengalaman dan pelajaran ini, dan hal semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi," kata Gabbana.

Ini bukan kesalahan pertama oleh Dolce & Gabbana di China, di mana merek tersebut mendapat kecaman di media sosial tahun lalu karena serangkaian iklan yang menunjukkan sisi kumuh dari kehidupan Cina. (chs/chs)