Meluruskan yang Salah Kaprah soal Bercinta saat Haid

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 01:30 WIB
Meluruskan yang Salah Kaprah soal Bercinta saat Haid Ilustrasi (Istockphoto/Denisfilm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terkadang, hubungan intim bersama pasangan terganggu 'tamu bulanan'. Padahal, pasangan masih bisa mendapatkan pengalaman bercinta yang menyenangkan meski dalam masa haid.

Namun, ada beberapa mitos yang melekat pada aktivitas seks saat berhubungan intim. Mulai dari gairah seks yang luntur hingga menutup kemungkinan kehamilan.

Berikut merangkum berbagai sumber, beberapa mitos seputar aktivitas seksual saat haid.



1. Darah di mana-mana
Banyak orang berpikir bahwa aktivitas seks saat haid bakal 'bertaburan' darah. Hal ini tak sepenuhnya benar.

Ahli ginekologi Carolyn DeLucia mengatakan bahwa hal tersebut bergantung pada aliran darah haid. "Bisa jadi tidak banyak seperti yang dibayangkan," katanya mengutip Insider.

DeLucia memberikan sedikit tips bagi Anda yang ingin berhubungan intim meski haid. Jika aliran haid deras, tempatkan handuk di atas kasur dan siapkan tisu untuk membersihkan darah setelahnya.

2. Tak bisa hamil
Seks tanpa konstrasepsi selalu disertai dengan risiko kehamilan tak terencana, termasuk saat haid.


"Selalu hati-hati saat berhubungan intim. Siklus kita bisa berubah dan kita bisa mengalami ovulasi (pelepasan sel telur yang matang dari ovarium) lebih cepat dari yang diinginkan," kata DeLucia.

Dikutip dari WebMD, sperma dapat hidup di dalam tubuh hingga lima hari. Jika siklus menstruasi tidak teratur, wanita dapat melewati masa ovulasi dalam lima hari tersebut. Artinya, wanita bisa saja hamil setelah bercinta selama haid.

3. Darah menstruasi tak bisa jadi media PMS
Perlindungan selama seks tak selalu berkaitan dengan kehamilan tak terencana, tapi juga penurunan risiko penularan penyakit menular seksual (PMS). Menurut DeLucia, darah atau cairan tubuh apa pun bisa menjadi media penghantar PMS.

4. Seks bikin haid makin 'deras'
Sebagian wanita berpikir bahwa seks bakal bikin haid datang lebih cepat. Namun, pada kenyataannya kasus ini tak selalu terjadi.


Direktur Female Sexual Medicine Program Standford University, Ieah Millheiser, mengatakan bahwa seks bakal memicu haid jika wanita mengalami orgasme.

"Orgasme bisa jadi semacam dorongan bagi darah untuk keluar, karena ini (orgasme) menyebabkan kontraksi kencing," kata Millheiser.

5. Kram semakin parah
Justru sebaliknya, kram bisa dilawan dengan aktivitas fisik tertentu termasuk seks. DeLucia berkata seks dapat membuat wanita merasa lebih baik.

Saat orgasme, tubuh akan melepas hormon endorfin yang mampu mengurangi rasa sakit. Kram akibat haid pun bisa berkurang.

6. Haid lunturkan hasrat seks
Anggapan bahwa haid bisa melunturkan hasrat seksual adalah mitos. Faktanya, bercinta kala haid bisa sangat menyenangkan. Pasalnya, tubuh mengalami lonjakan hormon testosteron sehingga menyebabkan peningkatan libido.

7. Bercinta jadi menyakitkan
Saat haid, produksi hormon estrogen akan menurun. Akibatnya, tubuh tak akan banyak memproduksi lubrikan alami. Karena alasan itu, banyak orang berpikir bahwa seks kala haid bisa sangat menyakitkan.

Padahal, darah menstruasi bisa sekaligus menjadi lubrikan. Dengan begitu, seks tak akan menyakitkan sebagaimana yang dibayangkan. (els/asr)