Batam Culture Carnival, Gerbang Lebar untuk Wisman Singapura

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 22:11 WIB
Batam Culture Carnival, Gerbang Lebar untuk Wisman Singapura Batam International Culture Carnival (BICC) 2018 diharapkan menjadi atraksi unggulan bagi pintu masuk wisatawan di Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Dok Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Batam International Culture Carnival (BICC) 2018 diharapkan menjadi atraksi unggulan bagi pintu masuk wisatawan di Batam, Kepulauan Riau.

Acara BICC sendiri dilaksanakan dari tanggal 8-9 Desember 2018.

"Ini event yang peluangnya berkembang besar. Kami tetapkan sebagai Calender of Event juga karena di sini ada kekuatan besarnya masuk wisatawan dari Singapura," ujar Ketua CoE Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Senin (10/12).


Esthy mengatakan secara wilayah, Batam seksi bagi wisatawan mancanegara, di antaranya Singapura. Terlebih, wisatawan asal negara itu juga mencapai 70% masuk melalui Kepri.

Dia juga menjelaskan bahwa pasar Singapura memang sangat menggoda buat Indonesia. Estimasi jumlah orang asing yang masuk via bandara Singapura atau Hub Singapura selama 12 bulan terakhir mencapai 12 juta pax.

"Sementara wisman ke Indonesia yang transit di bandara Singapura jumlahnya tidak sampai 700 ribu. Artinya, peluang kita untuk menggaet wisman yang jumlahnya sekitar 11 juta lebih itu masih terbuka luas," kata dia.

Mempersiapkan Kurator

Esthy menambahkan, transportation hub adalah bagian dari tourism hub. Dengan demikian, orang yang datang di Singapura bisa dialirkan ke Indonesia, sehingga tak melihat Singapura sebagai pesaing.

Tak hanya itu, dia juga sudah mempersiapkan enam kurator untuk 2019. Tugasnya, menentukan acara itu layak atau tidak. 


Salah satu kurator, Dynand Fariz mengatakan Kepri memiliki lokasi strategis bagi pintu masuk pariwisata. "Saya berharap BICC harus memiliki waktu yang pasti, agenda yang valid di tahun selanjutnya. Karena itu akan memudahkan wisatawan untuk datang ke Carnival karena sudah memiliki agenda yang pasti," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan ada tiga elemen penting dalam pengembangan pariwisata. Ada aksesibilitas, amenitas, dan atraksi.

"Event terselenggara baik karena dukungan aksesibilitas berupa jalan. Semakin lebar jalan, mobilitas pengunjung akan bagus. Dan, infrastruktur akan terus dikembangkan hingga 2025," tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada semua unsur yang terlibat dalam Calender of Event di semua daerah. Dia menegaskan satu acara harus dibuat dengan standar internasional.

"Selain tim promosi bakal mudah mempromosikannya, wisatawan juga bisa mengagendakan kedatangannya dengan baik ke event tersebut. Sukses untuk Batam Internasional Culture Carnival 2018," katanya. (egp/stu)