Pasar Mammesa, Promosi Kearifan Lokal Lewat Digital

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 21:43 WIB
Pasar Mammesa, Promosi Kearifan Lokal Lewat Digital Potensi yang dimiliki Enrekang perlu dikenalkan kepada dunia luar, salah satunya lewat destinasi digital yakni Pasar Mammesa yang diluncurkan. (Foto: Dok Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Potensi yang dimiliki Enrekang perlu dikenalkan kepada dunia luar, salah satunya lewat destinasi digital yakni Pasar Mammesa yang diluncurkan pada Minggu (9/12).

Aktivitas perdana pasar itu dibuka langsung oleh Bupati Enrekang Muslimin Bando.

Ketua GenPI Enrekang Hardiono mengatakan bangga dengan berdirinya Pasar Mamesa. Menurutnya, potensi yang dimiliki Enrekang perlu dikenalkan kepada dunia luar.


"Melalui destinasi digital Pasar Mammesa, GenPI bisa mengenalkan kuliner, kebudayaan, dan keindahan alam Enrekang kepada khalayak ramai," ujarnya.


Hardiono melanjutkan salah satu kekuatan destinasi digital adalah melalui media sosial karena bisa viral, baik itu di Instagram, Facebook maupun di Twitter.

"Itu sebabnya adalah tepat mempromosikan kearifan lokal melalui destinasi digital," ujarnya.

Hardiono menambahkan, sesuai pesan Bupati Enrekang saat peresmian Pasar Mammesa, anak-anak GenPI Enrekang menjadi ujung tombak untuk memajukan pariwisata.

"Itu sebabnya Bapak Bupati menyambut baik dibukanya destinasi digital Pasar Mammesa ini," kata Hardiono.

Peluncuran Pasar Mammesa sendiri berlangsung meriah. Ada pementasan musik bambu 'Bas dan Barutung' serta akustik Nyaman Grup.

Tak tanggung-tanggung, 2 ribu pengunjung yang datang memenuhi lokasi pasar di kawasan wisata alam Dante Pine itu. Mereka tampak menikmati kuliner lokal yang disajikan di sepuluh stan yang ada di pasar itu.

Ada Nasu Cemba, Baro'bo Soso', Dangke, Cindolo Tape, Ketan Mandoti, Kopi kalosi dan masih banyak lagi. Ada juga dua tenant kreatif yaitu Kerajinan tangan Baje' dan Sarabba.

Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan beragam wahana yang tersedia. Beberapa di antaranya adalah Tarzan Swing, Zip Bike, Paint Ball, dan juga Camping Area.

Hardiono menambahkan, Pasar Mammesa juga menyediakan banyak spot foto, cukup dengan harga tiket Rp8 ribu. Dia menuturkan dengan harga relatif murah, pengunjung sudah bisa menikmati suasana unik destinasi digital yang buka setiap Minggu pukul 14.00-21.00 WITA itu.

"Semoga kehadiran pasar Mammesa menjadi alternatif wisata baru di Enrekang. Selain itu, kehadirannya juga bisa menggeliatkan perekonomian dari masyarakat sekitar," tutupnya.


Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan apresiasi terhadap pasar tersebut.

"GenPI harus memperlihatkan eksistensinya. Buktikan jika GenPI tidak hanya hebat di dunia online, tetapi juga dalam aktivitas offline. Salah satunya lewat destinasi digital," katanya.



(egp/stu)