Makanan-makanan Penting saat Usia Kian Bertambah

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 17:21 WIB
Makanan-makanan Penting saat Usia Kian Bertambah Ilustrasi (Hans/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Waktu terus berjalan dan umur terus bertambah. Orang bisa saja berusaha mencegah kemunculan tanda penuaan atau berbusana layaknya anak-anak muda. Namun, umur tak bisa direkayasa.

Seiring pertambahan usia, metabolisme dan kesehatan jelas berubah banyak. Makanan yang dikonsumsi pun tak akan seberagam ketika masih berusia 20-an.

Kondisi sedemikian rupa membuat asupan makanan menjadi penting untuk diatur. Berikut daftar makan yang akan lebih baik jika dikonsumsi dalam porsi besar demi mengimbangi kebutuhan tubuh.


1. Telur
Telur merupakan salah satu jenis lauk super praktis. Bisa diolah jadi apapun dan disandingkan dengan jenis makanan lain. Dikutip dari Insider, ahli gizi Pamela Schoenfeld mengatakan bahwa telur kaya akan protein, kolin, dan biotin.


Protein berfungsi untuk melindungi tulang dan otot serta mendukung sistem imun. Kolin membantu organ hati membersihkan lemak serta biotin diperlukan untuk menghasilkan energi, menjaga kesehatan kulit, dan kuku.

2. Kerang
Makanan laut satu ini tentu tak akan Anda lewatkan begitu saja. "Kerang sejauh ini adalah sumber zat besi terbaik. Bagi mereka yang membatasi konsumsi daging merah, bisa memilih kerang," ujar Schoenfeld.

Zat besi mendukung sistem imun bersama dengan vitamin A. Selain itu, zat besi juga menjaga kadar hormon dalam tubuh.

3. Buah-buahan sitrus
Untuk jenis buah, sebaiknya masukkan jenis buah sitrus ke dalam menu harian. Jenis buah sitrus seperti jeruk, lemon, jeruk nipis, maupun jeruk bali.

"Sitrus kaya akan vitamin C, sedangkan serabut putih banyak mengandung bioflavonoid yang menguatkan pembuluh darah, dan kulitnya kaya akan limonene, komponen antikanker dan antiinflamasi," jelas Schoenfeld.

Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi seluruh bagian buah-buahan sitrus.


4. Susu fermentasi
Schoenfeld merekomendasikan untuk menambah asupan produk susu fermentasi. Menurutnya, konsumsi susu fermentasi bukan soal demi menyehatkan usus, melainkan sebagai penyuplai kebutuhan kalsium. "Tak hanya untuk tulang, tetapi juga menjaga darah dalam kadar pH yang ideal," imbuhnya.

Jika tubuh tak cukup asupan kalsium, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang untuk menjaga kadar kalsium darah seimbang. Selain yoghurt, produk susu fermentasi yang bisa dipilih antara lain kefir dan keju.

5. Keluarga kubis
Jenis cruciferous vegetables alias sayur silangan ini patut masuk ke dalam daftar asupan diet. Jenis sayuran seperti ini termasuk ke dalam keluarga kubis seperti, kale, brokoli, brussels sprout, dan kol.

Ragam sayur yang banyak mengandung sulfur ini, kata Schoenfeld, diperlukan untuk memberikan nutrisi pada kulit, sendi, dan tubuh.

Keluarga kubis pun mendukung detoksifikasi atau memudahkan tubuh menghilangkan racun.

"Pastikan tidak terlalu berlebihan, dua porsi per hari atau 1-2 cangkir sudah cukup. Kalau berlebihan bisa mengganggu penggunaan hormon tiroid oleh tubuh," kata dia.


6. Bumbu dapur
Demi memberikan manfaat ekstra buat tubuh, tambahkan kunyit dan kayu manis pada makanan. Menurut Schoenfeld, bumbu-bumbu ini dapat mengurangi inflamasi, membantu kontrol gula darah, dan melindungi fungsi kognitif.

Dia merekomendasikan konsumsi bumbu-bumbu ini bersamaan dengan jamur, biji wijen, dan lada hitam untuk membantu penyerapan nutrisi.

7. Kacang-kacangan
Sisihkan kudapan manis sebagai makanan ringan di sela makan besar. Ahli gizi Stephanie Bostic mengatakan, kacang-kacangan merupakan camilan terbaik untuk memperpanjang usia.

"Orang yang makan kacang cenderung terjaga kadar kolesterolnya. Kacang juga sumber serat, protein dan lemak sehat," katanya. (els/asr)