Peselancar Tunanetra Spanyol Tak Gentar Menantang Ombak

REUTERS, CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 20:09 WIB
Peselancar Tunanetra Spanyol Tak Gentar Menantang Ombak Carmen Lopez, peselancar tunanetra dari Spanyol. (REUTERS/Eloy Alonso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Carmen Lopez hanya bisa membayangkan bentuk lautan dalam benaknya saat dirinya menunggangi ombak di atas papan selancarnya.

Dipandu oleh naluri dan sinyal bersiul yang disuarakan oleh pelatihnya, Lopez sedang berlatih keras untuk menjadi atlet selancar tunanetra pertama dari Spanyol yang mengikuti Kejuaraan Selancar Adaptif Dunia di La Jolla, California, pada hari Rabu (12/12).

"Laut adalah tempat saya merasakan kedamaian dan kebebasan, seolah-olah di mana saya seharusnya berada," katanya sambil duduk di papan selancar setelah satu setengah jam latihan berselancar di Teluk Biscay, utara Spanyol.


"Saya tidak berbeda dari peselancar lain," kata Lopez, yang lahir dengan glaukoma kongenital sehingga harus kehilangan penglihatannya sepenuhnya sejak kecil.

Dalam ajang keempatnya, La Jolla untuk pertama kali membuka kategori atlet wanita, dengan Lopez mewakili Spanyol.

Peselancar tunanetra yang juga senegara dengan Lopez, Aitor Francesena dan Derek Rabelo yang berasal dari Brasil, menjadi atlet selancar tunanetra yang namanya melegenda.

Nama Lopez juga semakin dikenal karena dirinya mampu menunjukkan kepada dunia bahwa kaum tunanetra juga bisa berselancar.

Setelah kejuaraan La Jolla yang diselenggarakan oleh International Surfing Association (ISA), Lopez akan kembali bersaing dalam Paralympic Games 2024 di Paris.

ISA telah giat melakukan kampanye terkait cabang olahraga selancar di Paralympic.

Selain selancar, Lopez juga berlatih figure-skating dan menunggang kuda bersama pelatih yang sekaligus temannya, Lucas Garcia.

Saat Lopez berselancar Garcia akan berenang di sebelahnya, sehingga dirinya menjadi "mata" bagi Lopez agar waspada saat gelombang datang.

Garcia mengatakan kalau Lopez memiliki keseimbangan yang sempurna serta insting yang tajam.

"Peluit tunggal berarti gelombang datang di sisi kanan dan peluit ganda di sisi kirinya," katanya, menyamakan sinyal tersebut dengan cara lumba-lumba berkomunikasi.

Lopez ingin mendorong penyandang cacat untuk menantang keterbatasan mereka, menjalani kehidupan seutuhnya dan mungkin mencoba olahraga yang ekstrem seperti dirinya.

(ard)