'Hadiah' Tahun Baru, Thailand Sepakat ganja Legal Jadi Obat

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 23:53 WIB
'Hadiah' Tahun Baru, Thailand Sepakat ganja Legal Jadi Obat Ilustrasi. (REUTERS/Chris Wattie).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Thailand menyetujui penggunaan ganja untuk keperluan medis dan penelitian, Selasa (25/12). Legalisasi obat terlarang ini menjadi yang pertama kali di wilayah yang memiliki aturan Undang-undang (UU) Narkotika paling ketat di dunia.

Parlemen yang ditunjuk junta di Thailand, sebuah negara yang sampai tahun 1930-an memiliki tradisi menggunakan ganja untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan, memilih untuk mengubah UU Narkotika tahun 1979 dalam sesi ekstra parlemen yang memenuhi target sebelum liburan Tahun Baru.

"Ini adalah hadiah Tahun Baru dari Majelis Legislatif Nasional kepada pemerintah dan rakyat Thailand," kata Somchai Sawangkarn, Ketua Komite Perancang UU, dalam sesi parlemen seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/12).



Berbeda dengan negara-negara seperti Kolombia dan Kanada yang telah melegalkan ganja untuk penggunaan medis, bahkan hiburan, marijuana tetap ilegal dan tabu di sebagian besar kawasan Asia Tenggara. Wilayan tersebut dikenal memiliki sejumlah hukuman paling keras di dunia untuk pelanggaran hukum narkotika dan obat-obatan terlarang.

Di Singapura, Indonesia, dan Malaysia, penyalur ganja dapat dikenakan hukuman mati. Namun di Thailand, kontroversi utama legalisasi ganja itu lebih terkait pengajuan izin hak paten beberapa zat ganja oleh perusahaan asing. Hal itu dinilai dapat memberi peluang bagi pihak asing untuk mendominasi pasar. Hal itu mempersulit pihak lokal untuk mengakses ganja di negaranya sendiri, baik pasien maupun peneliti.

"Kami akan menuntut agar pemerintah mencabut semua permintaan dari perusahaan asing sebelum hukum berlaku," kata Panthep Puapongpan, Dekan Institut Pengobatan Integratif dan Anti-Penuaan Rangsit.


Beberapa advokat Thailand memperkirakan persetujuan beleid tersebut akan membuka jalan bagi legalisasi untuk penggunaan ganja sebagai hiburan.

"Ini adalah langkah maju pertama," kata Chokwan Chopaka, Aktivis dari Highland Network, sebuah kelompok advokasi legalisasi ganja di Thailand. (Reuters/lav)