Memulihkan Kondisi Destinasi Wisata Setelah Bencana

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 16:40 WIB
Memulihkan Kondisi Destinasi Wisata Setelah Bencana Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lima hari setelah tsunami menerjang pesisir Banten dan Lampung, Kementerian Pariwisata memulai langkah yang harus dilakukan untuk memulihkan kondisi destinasi pariwisata yang terkena dampak pasca bencana.

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, langkah pertama adalah pemulihan dari sisi SDM atau kelembagaan, kemudian pemulihan destinasi, dan yang terakhir adalah pemasaran.

"Strategi pemulihan ini dilakukan saat masa tanggap darurat selama 14 hari selesai. Hal pertama yang pertama kita pulihkan adalah SDM dan kelembagaannya melalui kegiatan trauma healing," ujar Arief di Posko Labuan, Pandeglang, Kamis (27/12).


Kemudian, Menpar melanjutkan, bagi industri pariwisata di kawasan terdampak pasti akan mengalami kesulitan dalam membayar cicilan, atau tagihan listrik dan air.

"Nanti Kemenpar akan meminta kepada pihak terkait, untuk memberi relaksasi di bidang keuangan, termasuk cicilan ke Bank. Itu juga yang kami lakukan di Bali dan Lombok beberapa waktu lalu," kata Menpar Arief.

Sedangkan langkah kedua adalah pemulihan pemasaran. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa kepercayaan kepada masyarakat untuk berwisata ke pesisir Selat Sunda, terutama ke Pandeglang dan Serang.

"Yang pertama kita lakukan adalah membuat acara pemerintah di sini. Saya sebagai Menteri Pariwisata mengundang seluruh Kementerian dan Lembaga, untuk mengadakan acara di sini," ujar Menpar.

Menpar Arief juga berharap masa pemulihan sendiri akan berlangsung tiga bulan untuk kembali normal.

Menurutnya bila melebihi tiga bulan, pelaku industri sudah tidak kuat. Hal ini juga yang terjadi di Bali dan Lombok pasca bencana.

"Recovery harus secepat mungkin. Untuk Anyer dan sekitar saya prediksi satu bulan sudah mulai pulih. Pemerintah yang harus memulai. Karena bila pemerintah sudah masuk, kepercayaan masyarakat sudah tentu ikut," katanya.

Arief Menuturkan hal yang paling mudah untuk mengembalikan lagi kepercayaan wisatawan hingga investor adalah keteladanan dari Pemerintah.

"Hal yang sama saya lakukan pasca erupsi Gunung Agung di Bali. Saya mengundang pak Presiden Jokowi untuk datang ke Pantai Kuta. Tidak perlu banyak pidato Bali cepat pulih", jelas Menpar.

"Saat ini ada penambahan Investasi di Mandalika sebesar USD 1 miliar. Poinnya adalah ketika pemerintah turun ke lapangan, maka tidak perlu banyak bicara karena sudah pasti akan pulih. Baik dari wisatawan ataupun investor," ujar Menpar.

Sementara langkah ketiga adalah pemulihan destinasi, menurut Arief pemulihan destinasi memang tidak bisa langsung Kemenpar yang menangani. Tetapi Kemenpar akan menyurati Kementerian atau Lembaga terkait untuk memperbaiki destinasi terdampak. (agr)