PERISKOP 2019

Citarasa Lokal Kuliner Asia Bakal Warnai 2019

CNN Indonesia | Minggu, 30/12/2018 11:35 WIB
Citarasa Lokal Kuliner Asia Bakal Warnai 2019 Ilustrasi rempah-rempah (Pixabay/nataliaaggiato).
Jakarta, CNN Indonesia -- Aneka rupa sajian kopi boleh jadi memincut perhatian khalayak pada 2018. Kopi menjadi primadona sejak popularitasnya menanjak dalam tiga tahun terakhir.

Namun, tren kuliner terus bergerak. Meski kopi tak akan benar-benar hilang, tapi bukan hal yang muskil jika pada 2019 khalayak bakal dipertemukan dengan tren anyar yang pelan-pelan membenamkan kecintaan kita pada kopi.

Sejumlah pakar tampaknya kompak menyebut tren kuliner lokal, khususnya Asia, bakal meramaikan jagad kuliner Indonesia.



"Intinya, pada 2019 makanan Asia akan menjadi perhatian lebih sebagai atraksi," ujar Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata, Vita Datau Messakh, kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Kuliner Asia berbeda dengan Barat. Vita mencontohkan kuliner Prancis yang seolah 'mentok' untuk dikembangkan demi menjaring pelanggan baru. Hal itu sedikit banyak disebabkan oleh bahan makanan yang tak berubah dari waktu ke waktu.

Padahal, penikmat kuliner membutuh 'pengalaman makan'. Istilah terakhir ini biasa disebut gastronomy tourism yang merujuk pada pengalaman seseorang menganggap kuliner bukan cuma sekadar aktivitas makan. Lebih dari itu, gastronomy tourism adalah tentang gaya hidup, produk lokal, kesehatan, budaya, dan cerita di balik makanan.

Makanan Asia, kata Vita, dianggap mampu memberikan pengalaman makan yang menarik dan tak terlupakan. Betapa tidak, Asia kaya akan bumbu rempah-rempah yang diminati oleh sederet koki dunia. "Terutama koki milenial yang berani bereksplorasi," kata dia.


Rasa eksotis mampu membangkitkan lima pancaindera saat menikmati sajian makanan. Lidah mencecap rasa, hidung menghirup aroma, mata menangkap keindahan sajian, jari menyentuh makanan, dan telinga mendengar cerita yang renyah. "See, smell, touch, taste, hear," kata Vita.

Merebaknya kuliner Asia ini juga didukung oleh hadirnya beragam kafe artisan yang menunjukkan kecintaan dan kebanggaan akan bahan makanan lokal.

Sependapat dengan Vita, pakar kuliner William Wongso juga berkata bahwa kuliner Asia diprediksi bakal meramaikan 2019. Pada CNNIndonesia.com, dia menyebut bahwa hegemoni citarasa makanan Barat perlahan pudar dan berganti citarasa Asia.

"Ini bisa jadi kesempatan kuliner kita masuk (ke luar negeri) dan berkembang di sana," kata William. (els/asr)