Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eneng Nurcahyanti menjelaskan saat ini pihaknya masih mengidentifikasi kerusakan bangunan dan fasilitas di objek wisata di sepanjang pantai barat Banten. Sementara untuk perbaikan Eneng menyebut setidaknya butuh waktu hingga tiga bulan.
"Kemarin pak menteri sudah menanyakan, diperkirakan sekitar enam bulan sampai satu tahun untuk normal kembali, perbaikan sekitar tiga bulan," ujar Eneng kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rakor ini akan dilakukan di wilayah Anyer yg tidak terdampak," imbuh Eneng.
Sejumlah objek wisata di pantai barat Banten mengalami kerusakan parah akibat diterjang tsunami pada Sabtu (22/12) lalu. Mereka di antaranya adalah Anyer, Carita, hingga Tanjung Lesung.
Khusus untuk Tanjung Lesung yang mengalami kerusakan signifikan, Eneng berpendapat pemulihan di sana butuh waktu lebih lama yakni minimal enam bulan. Di Tanjung Lesung ini, sekelompok pelancong dan band Seventeen menjadi korban peristiwa nahas.
"Kalau bicara kerugian, harus bersama pemiliknya, kita berharap dari PHRI segera melakukan pendataan sampai kerugian dari aspek pariwisata," pungkas Eneng.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 426 orang meninggal, 7.202 orang luka-luka, 23 orang hilang, dan 40.386 orang mengungsi. Sementara itu 78 penginapan dan warung tercatat rusak diterjang tsunami, beberapa di antaranya nyaris rata dengan tanah. (bin/eks)