Industri Pariwisata Banten Diperkirakan Pulih dalam Setahun

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 16:13 WIB
Industri Pariwisata Banten Diperkirakan Pulih dalam Setahun Pemprov Banten memperkirakan industri pariwisata Banten akan pulih dalam setahun. (REUTERS/Jorge Silva)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Banten memperkirakan industri pariwisata di wilayah terkena dampak tsunami akan pulih total sekitar enam bulan sampai satu tahun ke depan. Mereka berjanji akan kembali mempromosikan destinasi wisatanya secara bertahap selama waktu tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Banten, Eneng Nurcahyanti menjelaskan saat ini pihaknya masih mengidentifikasi kerusakan bangunan dan fasilitas di objek wisata di sepanjang pantai barat Banten. Sementara untuk perbaikan Eneng menyebut setidaknya butuh waktu hingga tiga bulan.

"Kemarin pak menteri sudah menanyakan, diperkirakan sekitar enam bulan sampai satu tahun untuk normal kembali, perbaikan sekitar tiga bulan," ujar Eneng kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (29/12).


Eneng berkata pada Januari atau Februari tahun depan akan digelar rapat koordinasi menyeluruh untuk mengidentifikasi kebutuhan perbaikan pariwisata di Banten. Selama proses perbaikan ini, pemprov menjanjikan akan kembali mempromosikan objek wisatanya.

"Rakor ini akan dilakukan di wilayah Anyer yg tidak terdampak," imbuh Eneng.

Sejumlah objek wisata di pantai barat Banten mengalami kerusakan parah akibat diterjang tsunami pada Sabtu (22/12) lalu. Mereka di antaranya adalah Anyer, Carita, hingga Tanjung Lesung.

Khusus untuk Tanjung Lesung yang mengalami kerusakan signifikan, Eneng berpendapat pemulihan di sana butuh waktu lebih lama yakni minimal enam bulan. Di Tanjung Lesung ini, sekelompok pelancong dan band Seventeen menjadi korban peristiwa nahas.

Selama masa identifikasi ini, pemprov belum bisa menyimpulkan kerugian materiel industri pariwisata Banten akibat bencana tsunami ini.

"Kalau bicara kerugian, harus bersama pemiliknya, kita berharap dari PHRI segera melakukan pendataan sampai kerugian dari aspek pariwisata," pungkas Eneng.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 426 orang meninggal, 7.202 orang luka-luka, 23 orang hilang, dan 40.386 orang mengungsi. Sementara itu 78 penginapan dan warung tercatat rusak diterjang tsunami, beberapa di antaranya nyaris rata dengan tanah. (bin/eks)