Buruan Kirim Karya Lomba Wisata Kopi Nusantara BRI

Kemenpar, CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 18:33 WIB
Buruan Kirim Karya Lomba Wisata Kopi Nusantara BRI Lomba seri pertama dari Wonderful Indonesia Photography Contest (WIPC) 2019 ini berlangsung tanggal 7 Oktober hingga 31 Desember 2018. (Foto: Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi para fotografer dan videografer yang belum sempat mengirimkan foto dan video Wisata Kopi Nusantara BRI masih ada waktu. Lomba seri pertama dari Wonderful Indonesia Photography Contest (WIPC) 2019 ini berlangsung tanggal 7 Oktober hingga 31 Desember 2018.

Perlu diingat, batas waktu pengiriman file hingga 31 Desember 2018. Sedangkan penjurian dilakukan tangga 5-6 Januari 2019, serta pengumuman dilakukan nanti pada tanggal 14 Januari 2019.

Menurut Ketua Panitia WIPC 2019, Patricia Francisca, ada lima seri yang akan menjadi bagian dari Wonderful Indonesia Photography Contest 2019.



"Kegiatan ini adalah bagian dari dukungan kita IA-ITB80 untuk turut mempromosikan pariwisata Indonesia. Lombanya cukup panjang, sampai September 2019. Dan kita bagi dalam 5 seri. Wisata Kopi nusantara merupakan seri pilihan pertama kita," papar Patricia Francisca, Sabtu (29/12).

Eka menjelaskan selain Wisata Kopi Nusantara, materi lain yang dipilih adalah Wisata Wastra atau kain Nusantara dan pada ditutup Februari 2019. Ada pula Wisata Atraksi Tradisional yang ditutup April 2019, serta Wisata Desa Tradisional yang ditutup Juni 2019, dan Wisata Berwawasan Lingkungan atau ekowisata pada September 2019.

Menurutnya, tujuan utama lomba ini merupakan promosi wisata. Sebab, foto dan video yang dikirimkan peserta bisa dijadikan bahan untuk materi promosi wisata.


Lomba yang dijamin berkualitas ini melibatkan dewan juri dengan nama-nama besar di dunia fotografi. Seperti Arbain Rambey, Darwis Triadi, Yulnofrins, dan Ade Konde. Sementara perwakilan dari Kemenpar ada Staf Khusus Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono.

Syarat Kontes

Syarat mengikuti kontes ini cukup mudah, foto dan video yang diikutsertakan pada lomba ini harus berisikan objek yang berada di Indonesia.

"Semua foto atau video yang diikutsertakan oleh peserta harus merupakan hasil karya sendiri. Harus dapat dibuktikan di kemudian hari secara sah bila diperlukan atau diminta klarifikasi oleh Panitia WIPC 2019," papar Eka lagi.

Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Vita Datau menilai momentum lomba foto dan video ini sangatlah tepat.


"Momentumnya tepat sekali. Karena 11 produsen kopi Indonesia baru saja meraih 23 penghargaan AVPA Gourmet Product di Perancis. Jadi gairahnya sedang tinggi," paparnya.

Vita menambahkan, setelah penghargaan diraih, Indonesia memang harus mempromosikan culinary tourism Indonesia sebab momen yang ada sudah tepat.

"Culinary journey through coffee experiences. Ini langkah besar untuk bangkit. Kopi Indonesia pernah masuk 10 besar dunia," katanya.


Untuk mencapai itu, dibutuhkan kerjasama untuk terus meningkatkan gengsi kopi nusantara.

"Kita harus bikin Roadmap yang komprehensif and fokus di TTI Tourism, Trade and Investment. Dan melibatkan semua Kementerian dan Lembaga Terkait, Industri, juga Produsen. Jangan kerja sendiri-sendiri. Khusus Kemenpar, bisa fokus di promosi Wonderful Indonesia Coffee Tour," jelasya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, Wonderful Indonesia Photography Contest (WIPC) merupakan bagian dari promosi pariwisata Indonesia.

"Lomba ini merupakan bentuk diplomasi wisata yang kita tawarkan. Bukan hanya untuk menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan. Tapi juga menyampaikan jika Indonesia memiliki tempat-tempat yang asyik, sangat bagus, dan oke buat liburan," papar Arief.


(mid/mid)