Waspada 10 Ancaman Kesehatan Global

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 12:51 WIB
Waspada 10 Ancaman Kesehatan Global Ilustrasi (Istockphoto/FatCamera)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) baru saja merilis 10 ancaman kesehatan global terbesar pada 2019. Jika ancaman ini tak diatasi, jutaan nyawa di seluruh dunia dalam bahaya.

Anda patut waspada pada 10 ancaman kesehatan dunia ini. Berikut 10 ancaman kesehatan global terbesar pada 2019 menurut WHO.

1. Menolak vaksin
Menolak vaksin, seperti kasus vaksin Measles & Rubella, bukan hanya terjadi di Indonesia. Masalah ini juga terjadi di Amerika Serikat dan kini masuk dalam perhatian dunia.


"Keraguan vaksin -keengganan atau penolakan untuk melakukan vaksinasi meskipun vaksin tersedia- dapat menyebabkan kemunduran dalam menanggulangi penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin," kata WHO, dikutip dari dari CNN.

Menurut WHO, vaksin merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk menghindari penyakit. Saat ini, vaksin mencegah 2-3 juta kematian per tahun. Ke depannya, angka ini dapat meningkat lebih dari 1,5 juta kematian jika cakupan vaksinasi global ikut meningkat.

Kemunduran vaksin ini mulai terlihat dengan peningkatan kasus Measles atau campak sebanyak 30 persen. Padahal, penyakit ini hampir musnah di beberapa negara.

2. Resistansi obat
Sisi gelap dari keberhasilan antibiotik, antiviral, dan antimalaria adalah dapat menyebabkan super-resistan terhadap obat. Resistansi obat ini mengakibatkan penyakit-penyakit infeksi seperti pneumonia, tuberkulosis (TBS), genore, dan salmonellosis.

Sekitar 1,6 juta orang meninggal setiap tahun karena TBC dan banyak pasien menderita karena antibiotik tidak berfungsi.

WHO kini tengah berusaha memerangi resistansi obat dengan meningkatkan kesadaran, mengurangi infeksi, dan mendorong penggunaan obat-obatan secara hati-hati.

3. Polusi udara dan perubahan iklim
WHO menyatakan, polusi udara telah membunuh tujuh juta orang setiap tahunnya. Sekitar 90 persen orang di dunia menghirup polusi udara itu.

Polusi udara itu dapat menembus sistem pernapasan dan peredaran darah sehingga merusak paru-paru, jantung, dan otak. Polusi udara itu menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, stroke, jantung, dan paru-paru.

Penyebab utama dari pencemaran udara ini merupakan kontribusi dari perubahan iklim. WHO memprediksi, antara 2020-2050, perubahan iklim menyebabkan 250 ribu tambahan kematian setiap tahun karena kekurangan gizi, malaria, diare, dan stres akibat panas.

4. Pandemi flu global
Pandemi influenza akan menyerang dunia.

"(Dunia) akan menghadapi pandemi influenza lain, yang tidak kami ketahui kapan mewabah dan seberapa besar keparahannya," prediksi WHO.

Flu yang mendominasi saat ini adalah H1N1 atau dikenal juga dengan flu babi. WHO kini tengah memantau peredaran virus flu untuk mendeteksi potensi pandemi. Tercatat 153 institusi di 114 negara terlibat dalam pengawasan global terhadap flu ini.

5. Krisis di tempat rentan
Tempat rentan juga mengancam jiwa. WHO mendapati lebih dari 1,6 miliar orang atau 1/5 populasi dunia hidup di daerah krisis seperti kekeringan, kelaparan, konflik, dan pemindahan atau pengungsian.

Banjir besar dan suhu yang sangat dingin membawa kesengsaraan bagi orang-orang yang tinggal di tempat rentan.

6. Ancaman patogen seperti Ebola
Wabah Ebola kembali merebak di Kongo tahun lalu. WHO menyebut wabah itu menyebar di kota-kota berpenduduk lebih dari 1 juta orang. Ebola diprediksi masih menjadi ancaman global di 2019.

Selain itu, para ahli juga mengantisipasi penyakit demam lainnya seperti Zika, Nipah, MERS-COV, dan SARS.

7. Penyakit tidak menular
Lebih dari 70 persen kematian di dunia berasal dari penyakit tidak menular seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung. Ancaman ini juga menjadi ancaman yang diprioritaskan oleh Kementerian Kesehatan di Indonesia.

"Ini termasuk 15 juta orang yang meninggal prematur atau berusia di antara 30-69 tahun," kata WHO.

Meningkatnya penyakit tidak menular didorong oleh lima faktor risiko utama yakni tembakau, aktvitas fisik yang menurun, penggunaan alkohol, diet tidak sehat, dan polusi udara.

8. Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD juga masuk dalam ancaman kesehatan global dari WHO. Diperkirakan, 40 persen orang di dunia berisiko terkena DBD dan sekitar 390 juta orang terinfeksi setiap tahunnya. Sebanyak 20 persen di antaranya berujung kematian.

DBD mulai mewabah saat musim hujan ketika banyak genangan air yang menjadi sarang jentik nyamuk Aedes aegypti.

Wilayah DKI Jakarta bahkan sudah menetapkan fase waspada DBD selama Januari hingga Maret 2019.

9. Layanan kesehatan yang lemah
Kurangnya kualitas dan akses layanan kesehatan primer menjadi masalah besar di seluruh dunia.

"Perawatan kesehatan primer dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan kesehatan seseorang selama hidupnya. Namun, banyak negara tidak memiliki fasilitas perawatan kesehatan primer yang memadai," kata WHO.

10. HIV
Meski sudah banyak kemajuan mengatasi HIV, penyakit ini tetap patut diwaspadai. Sebanyak 37 orang di dunia kini hidup dengan HIV.

Sekitar 22 juta orang kini sudah mendapatkan perawatan dengan menggunakan obat antiretroviral untuk mencegah infeksi virus HIV. WHO kini tengah mempromosikan tes uji sendiri agar setiap orang dapat mengetahui status dan mendapatkan perawatan. (ptj/asr)