Kabaret Haute Couture Jean Paul Gaultier

CNN Indonesia | Sabtu, 26/01/2019 10:41 WIB
Kabaret Haute Couture Jean Paul Gaultier Salah satu baju yang dipamerkan Jean Paul Gaultier. CNN Indonesia/Fandi Stuerz
Paris, CNN Indonesia -- Tren fashion teramati layaknya kincir bianglala, dimana semua akan muncul berulang, seperti garis biru dan putih jersey Breton, yang dikenakan oleh pelaut Prancis sejak pertengahan abad ke-19.

Identifikasi Marinière ini tidak terpisahkan dari Jean Paul Gaultier, yang telah berulang kali memasukkannya ke dalam koleksi fesyennya selama 40 tahun karirnya.

Jean Paul Gaultier mengawali show koleksi haute couture untuk musim panas 2019 di Paris, Perancis, dengan pengulangan atasan Breton, seperti blus berlengan puff, atau tank top bergaris yang melekat pada blus putih, hingga kaus kaki.


Tapi dia dengan cepat beralih tema, dengan variasi mulai dari garis-garis setelan klasik hingga garis-garis etnik layaknya selimut khas Meksiko.

Gaun-gaun ditampilkan dengan bentuk melingkar, mengingatkan pada struktur bagian dalam kerang, sementara jaket dan setelan memiliki pundak mencuat seperti karya desainer Jepang Kansai Yamamoto, yang ia namai "sirip hiu."

Meski tampak ada beberapa lelucon visual yang ia sematkan disana-sini, sang desainer memeriksa arketipenya yang ceria: seorang penari cancan dalam kepulan organza kekuning-kuningan, seakan-akan ia merupakan terjemahan langsung dari sebuah lukisan Toulouse-Lautrec; kuartet geisha yang gemulai dalam kain obi metalik, dan dewi laut dalam gaun sangkar tulle biru yang tertutupi butiran kristal.

Coco Rocha mengenakan gaun organza pirus yang berombak-ombak seperti ubur-ubur. Show ini juga menampilkan cameo oleh seniman burlesque Dita Von Teese, yang selama satu minggu berada di tengah-tengah pertunjukan musik "Fashion Freak Show" milik Gaultier di Folies Bergère.

Anna Cleveland, yang kini meruapak anggota penuh waktu dari kelompok kabaret Jean Paul Gaultier, menutup acara dengan gaun pengantin yang tampaknya dibuat dari payung kertas.

Sang penata rambut, Odile Gilbert, menata rambut untuknya. Rambut yang menumpuk dan berkerut menirukan struktur kain tipis yang kusut dan lipit yang banyak ditemui di koleksi ini, seperti hasil dari catok genteng yang pernah populer beberapa tahun lalu.

Beberapa model mengenakan topi kain melayang-layang, atau untuk Dita von Tesse, sebuah sanggul seperti sarang lebah yang populer di tahun 1960an.

Kabaret Haute Couture Jean Paul GaultierSalah satu baju yang dipamerkan Jean Paul Gaultier. (CNN Indonesia/Fandi Stuerz)

Meski demikian, lebih dari separuh koleksi ini terinspirasi dari dunia fantasi laut - area tempat duduk para tamu memiliki nama seperti "Medusa" dan "Anemon".

Beberapa tampilan memiliki nama yang nyleneh seperti You Better Work Beach, Sushi Box, hingga A Seastar Is Born.

Dan kadang-kadang ia bermain dengan budaya pop saat ini: sebuah gaun yang jelas merupakan remake dari koleksi Gaultier dari tahun 90-an yang baru-baru ini dikenakan Kim Kardashian di People's Choice Awards.

Jean Paul Gaultier mengerti bahwa fashion haruslah penuh dengan kegembiraan.

Ia juga tahu kepribadian mana yang menentukan nada hari ini: bintang "Ru Paul's Drag Race" Miss Fame duduk di barisan depan, yang menurut Gaultier adalah "esensi Paris" dan "penuh cinta".

Jean Paul Gaultier mungkin memperlakukan couture layaknya kabaret, separuh fantasi dan separuh narasi, namun ia memastikan bahwa seluruhnya selalu dibalut dengan kesempurnaan teknik dan kualitas haute couture Parisienne.

(fas)