Pameran Wisata Madrid Dikerubungi Pendemo Antituris

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 19:33 WIB
Pameran Wisata Madrid Dikerubungi Pendemo Antituris Pemandangan turis di Barcelona, Spanyol. (CNNIndonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di saat para pelaku industri wisata dunia menghadiri pameran wisata internasional di Madrid, aksi protes digelar oleh warga kota di Spanyol itu.

Kepadatan turis di kota-kota seperti Venesia dan Barcelona memicu gelombang protes dari warga setempat, yang mengeluh bahwa serbuan turis membuat biaya hidup semakin mahal.

Penduduk setempat mengeluh bahwa situs akomodasi menaikkan harga sewa di pusat kota, sehingga mereka terpaksa pindah.


Selain biaya hidup, masalah kelestarian lingkungan juga menjadi isu. Salah satunya akibat kedatangan kapal pesiar.

"Terlalu banyak turis yang datang, terlalu sedikit turis yang datang, warga lokal yang protes, semuanya adalah ancaman bagi industri pariwisata," kata Angel Diaz, pimpinan agen wisata Barcelona Advanced Leisure Services, seperti yang dikutip dari AFP pada Rabu (23/1).

Masalah ini adalah fokus utama di pameran wisata internasional Fitur, yang berlangsung Rabu (23/1) di Madrid yang dihadiri 10 ribu peserta pameran dan 250 ribu pengunjung.

Dalam ajang yang berlangsung selama lima hari ini juga ada sesi diskusi mengenai antisipasi overtourism dan menjaga kelestarian alam sebuah destinasi wisata.

Di luar gedung pameran juga ada area yang memamerkan destinasi pedesaan di Portugal yang membuka pintu untuk kunjungan turis di musim panas mendatang.

"Pariwisata membawa manfaat besar. Tetapi masyarakat (lokal) juga harus menerima manfaat itu," kata Gloria Guevera, kepala World Travel and Tourism Council (WTTC), yang mewakili sektor pariwisata swasta secara global.

Aksi protes overtourism di pantai Barcelona, Spanyol. (REUTERS/Albert Salame)

Jangan Cuma Disuruh Datang

Guevera mengatakan seharusnya Spanyol meniru langkah Kroasia dalam hal penanggulangan overtourism, yakni dengan membatasi waktu bersandar kapal pesiar dalam sehari.

Atau seperti Amsterdam yang memiliki aplikasi panduan mengantre masuk objek wisata, sehingga turis bisa menghindari antrean panjang yang membuat kemacetan di sekitarnya.

Gereja ikon Barcelona, Sagrada Familia, juga mulai menggunakan teknologi sensor untuk mengurangi kepadatan pengunjung.

Teknologi sensor tersebut dipasang pada tahun 2016, yang memungkinkan pengelola memantau sinyal ponsel milik pengunjung sehingga bisa langsung menutup aliran pengunjung jika terlalu ramai.

Teknologi tersebut juga digunakan oleh pengelola untuk mengetahui waktu yang tepat menjual tiket murah saat jam-jam sepi turis.

Fitur telah membuat "observatorium" pariwisata berkelanjutan yang disebut FiturNext yang bakal membahas terobosan-terobosan tersebut.

"Jika kita hanya berpikir untuk meningkatkan jumlah turis, kita tidak akan melakukan perubahan," kata Javier Creus di FiturNext.

"Ini bukan masalah mengatakan 'datang', tetapi sesuatu antara 'kembali' dan 'tinggal' karena seorang turis yang ingin kembali pasti ingin melestarikan destinasi yang telah didatanginya," tambahnya.

Aksi protes overtourism di pantai Barcelona, Spanyol. (REUTERS/Albert Salame)

Melayani Miliaran Turis

Jumlah turis mancanegara naik enam persen sepanjang tahun lalu hingga mencapai rekor 1,4 miliar, menurut data yang dirilis Badan Pariwisata PBB (WTO) pada Senin (21/1).

Sebelumnya pada 2010 WTO memperkirakan bahwa jumlah turis mancanegara tidak akan mencapai angka 1,4 miliar hingga 2020.

Tetapi pada Senin perkiraan tersebut berubah, karena mereka merasa perekonomian dunia menguat, tiket penerbangan semakin murah dan pengurusan visa yang semakin mudah membuat industri pariwisata semakin berkembang.

Badan PBB yang bermarkas di Madrid itu sekarang membuat perkiraan baru, yakni 1,8 miliar turis mancanegara akan melakukan perjalanan pada 2030.

Sejumlah walikota yang memimpin kawasan tepi laut Spanyol, yang menjadi lokasi resor wisata, akan berkumpul pada Kamis (24/1) untuk membahas solusi dari overtourism di kawasannya.

"Tanpa ragu harus ada perubahan. Kami belum pernah duduk bersama untuk membicarakan masalah ini sebelumnya," kata Claudio Milano, seorang antropolog dan dosen di Sekolah Pariwisata Ostelea Barcelona.

Industri pariwisata menyumbang 10,4 persen dari PDB global serta membuka banyak lahan pekerjaan di dunia.

(ard)