Belitung Menuju UNESCO Global Geopark

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 07:53 WIB
Belitung Menuju UNESCO Global Geopark Pantai di Belitung memiliki ciri khas bebatuan yang eksotis. (Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawasan Taman Bumi (Geopark) Belitung, Provinsi Bangka Belitung, yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional kini melangkah menuju jaringan global Geopark UNESCO.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, menuturkan langkah yang dilakukan pertama adalah melakukan seminar nasional.

"Seminar Nasional ini akan menambah cepat spirit Belitung menuju UNESCO Global Geopark (UGG)," ujar Arief dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (30/1).


Menpar Arief juga mengatakan bahwa nilai ekonomi pada setiap pengembangan Geopark agar dapat menjadi destinasi pariwisata yang sustainable dan self financing atau swadana.

"Hal ini, dikarenakan penilaian dan pengembangan Geopark masih belum mengedepankan nilai ekonominya. Penggunaan digital menjadi cara yang tepat untuk memajukan pariwisata," kata Arief Yahya.

Tidak hanya itu, implementasi Smart Tourism yang dilakukan di Kementerian Pariwisata, akan menjadi model untuk menjalankan pemerintahan dan strategi kebijakan yang mengimplementasikan kemajuan teknologi digital terkini.

Dalam kunjungannya ke Belitung, Menpar Arief meresmikan atraksi dan amenitas di sana. Mulai dari Geo Theater Alam Rimba, Destinasi Digital-Pasar Rimba Alam Bahagia, Dive Center, dan sebuah amenitas baru.

Pasar Rimba merupakan destinasi digital yang mengusung konsep vegetarian ini berada di Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung dan buka setiap hari Minggu.

Sedangkan Diving Center di Tanjung Binga memiliki hamparan pasir putih dan pesona bawah laut yang luar biasa. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke kabupaten Belitung.

Selain atraksi dan amenitas, unsur aksesibilitas terutama konektivitas penerbangan langsung dari negara-negara sumber wisman ke Belitung menjadi hal sangat penting. Ini menjadi program utama pemerintah untuk menjadikan Bandara H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan Belitung sebagai bandara internasional.

Sebelumnya Bandara H.A.S Hanandjoeddin hanya didarati oleh pesawat charter flight dari Malaysia dan Singapura. Sementara itu, Garuda Indonesia telah terbang secara reguler 4 kali seminggu dari Singapura (Sin)-Tanjung Pandan (TJQ) Belitung- Singapura (Sin).

"Konektivitas penerbangan langsung ini akan mempercepat terwujudnya Tanjung Kelayang menjadi destinasi kelas dunia," kata Arief Yahya. (agr)