Burberry Minta Maaf Soal Hoodie 'Bunuh Diri'

CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 07:36 WIB
Burberry Minta Maaf Soal Hoodie 'Bunuh Diri' Burberry meminta maaf atas koleksi hoodie yang menempatkan tali di bagian leher. (AFP PHOTO / Niklas HALLEN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koleksi terbaru Burberry berupa hoodie bertali yang dipamerkan di London Fashion Week beberapa waktu lalu menuai kontroversi. Rumah mode asal Inggris ini lantas mengeluarkan permintaan maaf karena menampilkan hoodie tersebut.

"Kami sangat menyesal telah menyebabkan kekacauan karena salah satu produk yang ditampilkan dalam koleksi runway A/W 2019," kata CEO Burberry Marco Gobbetti dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada CNN.

Hoodie bertali ini memiliki desain seperti jaket bertutup kepala pada umumnya. Hoodie cokelat itu dipadukan dengan jaket berbulu cokelat. Namun, ia memiliki tali pengikat seperti tali manila yang menggantung di bagian bawah. Bagian inilah yang dipermasalahkan.


Gobbetti mengakui telah membuat kesalahan lewat koleksi yang terinspirasi dari laut itu. Burberry menyatakan sudah menghapus hoodie itu dari koleksinya.

"Meskipun desainnya terinspirasi oleh tema kelautan yang terdapat dalam seluruh koleksi, ini tidak sensitif dan kami membuat kesalahan," ucap Gobbetti.

Hoodie bertali itu dikritik oleh model Liz Kennedy yang ikut tampil dalam London Fashion Week. Kennedy mengaitkan hoodie bertali itu dengan seruan bunuh diri. Desain hoodie itu dinilai tak ramah.

"Bunuh diri bukanlah mode. Bagaimana mungkin Anda membiarkan tampilan menyerupai jerat yang menggantung di leher," tulis Kennedy dalam sebuah unggahan di Instagram.

Kennedy bahkan mengungkapkan, sesaat sebelum pertunjukan, ada staf yang bercanda perkara bunuh diri dengan memainkan tali tersebut.

[Gambas:Instagram]

Yayasan Kesehatan Mental Inggris juka ikut mengkritik desain Burberry ini. Mereka menyarankan agar rumah mode itu memeriksa proses kreatif mereka.

"Sangat mengecewakan melihat representasi ini mengingat betapa banyak yang telah kita bahas dalam kesehatan mental dalam beberapa tahun terakhir," kata associate director yayasan itu Antonis Kousoulis. (ptj/asr)