FOTO: Berharap Berkah dari Pencarian 'Nyale'

ANTARA FOTO/AFP/KEMENPAR, CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 16:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ritual Bau Nyale digelar oleh masyarakat adat di Lombok dan Sumba. Turis juga ikut serta meramaikan acara yang dikemas menjadi festival itu.

Seorang warga menunjukkan nyale atau cacing laut warna-warni pada Festival Pesona Bau Nyale 2019 di pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (25/2). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Tradisi Bau Nyale merupakan tradisi turun temurun masyarakat Sasak Lombok dengan menangkap nyale yang muncul sekali setahun di pantai selatan Lombok. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Tiga Rato (Imam kepercayaan Merapu) berdiri di pesisir pantai memantau keadaan desa Hupumada dan Taramanu, Kecamatan Wannokaka, Kabupaen Sumba Barat, NTT, Selasa (26/2). Bau Nyale bukan cuma jadi ritual di Lombok, NTB. Di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), ritual ini juga digelar setiap tahunnya. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Warga berkumpul di pesisir pantai menyaksikan upacara memanggil nyale oleh para Rato di desa Hupumada dan Taramanu Kecamatan Wannokaka, NTT, Selasa (26/2). Tradisi memanggil nyale dilakukan jelang pelaksanaan perang tombak kayu sambil menunggang kuda atau Pasola. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Sejumlah warga meninggalkan pantai usai menangkap nyale pada Festival Pesona Bau Nyale 2019 di pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Cacing yang didapat juga akan dikonsumsi. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Wujud kumpulan nyale yang telah berhasil ditangkap. (Photo by IRSYAD / AFP)
Dua orang Rato memanggil nyale di pesisir laut di desa Hupumada dan Taramanu Kecamatan Wannokaka, Kabupaen Sumba Barat, NTT, Selasa (26/2). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Ritual Bau Nyale ini juga menjadi kepercayaan kalau cacing-caing yang muncul merupakan media masyarakat adat setempat untuk berkomunikasi dengan leluhur. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)