UNICEF menyebut, buruknya infrastruktur, rendahnya kesadaran, dan reaksi terhadap vaksinasi dalam beberapa kasus menjadi penyebab mewabahnya campak di dunia.
"Mewabahnya kasus campak ini tidak hanya terjadi dalam semalam. Kurangnya tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya hanya akan memberikan konsekuensi buruk bagi anak-anak esok hari," ujar Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta H Fore, melansir CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Filipina mengalami kenaikan sebesar 548 persen dengan jumlah 15.559 kasus pada tahun ini. Epidemi campak di Filipina terus memburuk hingga 2019 dengan catatan 12.736 kasus campak pada 23 Februari lalu. Dan, 203 di antaranya mengalami kematian.
Campak adalah penyakit paling menular yang disebabkan oleh virus dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah muda, dan ruam. Virus campak dapat hidup di udara hingga dua jam setelah seseorang terinfeksi.
Lihat juga:Waspada 10 Ancaman Kesehatan Global |
"Sangat disayangkan melihat campak kembali menjadi masalah kesehatan masyarakat," ujar Kepala Imunisasi UNICEF, Robin Nandy.
Angka-angka tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa penggunaan dan cakupan vaksin tidak berjalan dengan semestinya. (asr)