Kasus Campak di Dunia Melonjak Drastis

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 08:59 WIB
Kasus Campak di Dunia Melonjak Drastis Ilustrasi imunisasi campak (ANTARA FOTO/Rahmad)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus campak mengalami peningkatan signifikan secara global sebesar 48,4 persen pada tahun 2018. Lonjakan ini menimbulkan ancaman bagi anak-anak.

UNICEF menyebut, buruknya infrastruktur, rendahnya kesadaran, dan reaksi terhadap vaksinasi dalam beberapa kasus menjadi penyebab mewabahnya campak di dunia.

"Mewabahnya kasus campak ini tidak hanya terjadi dalam semalam. Kurangnya tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya hanya akan memberikan konsekuensi buruk bagi anak-anak esok hari," ujar Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta H Fore, melansir CNN.


Sepuluh negara, termasuk Brasil, Filipina, dan Prancis, menyumbang hampir tiga perempat dari total peningkatan.

Ukraina mengalami kenaikan terbesar dengan 35.120 kasus pada 2018 atau naik sebesar 634 persen dari 2017. Sementara Brasil melaporkan sebanyak 10.262 kasus campak pada 2018. Lebih dari 10 ribu kasus campak itu terjadi mendadak setelah pada tahun 2017 Brasil tidak memiliki kasus campak.

Filipina mengalami kenaikan sebesar 548 persen dengan jumlah 15.559 kasus pada tahun ini. Epidemi campak di Filipina terus memburuk hingga 2019 dengan catatan 12.736 kasus campak pada 23 Februari lalu. Dan, 203 di antaranya mengalami kematian.

Campak adalah penyakit paling menular yang disebabkan oleh virus dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah muda, dan ruam. Virus campak dapat hidup di udara hingga dua jam setelah seseorang terinfeksi.

Tak ada pengobatan khusus untuk campak. Vaksinasi hanya satu-satunya hal yang mampu menyelamatkan jiwa anak-anak.

"Sangat disayangkan melihat campak kembali menjadi masalah kesehatan masyarakat," ujar Kepala Imunisasi UNICEF, Robin Nandy.

Angka-angka tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa penggunaan dan cakupan vaksin tidak berjalan dengan semestinya. (asr)