Inovasi Purana Meracik Songket Jadi Lebih Modern

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 09/03/2019 13:11 WIB
Inovasi Purana Meracik Songket Jadi Lebih Modern Dalam gelaran Jogja Fashion Festival, label Purana yang akrab dengan batik bermain dengan kain songket asal Palembang. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Label fesyen Purana yang akrab dengan batik kali ini dipaksa untuk bermain dengan songket. Hasilnya, songket yang biasanya terkesan kaku dan formal bisa diubah menjadi busana siap pakai dengan bermacam cara yang modern.

Purana diminta oleh Jogja Fashion Festival (JFF) 2019 untuk tampil di festival mode itu dengan memakai kain etnik yakni songket.

Permintaan itu lantas membuat sang desainer Purana, Nonita Respati sempat kelimpungan mencari bahan dan arah rancangan menggunakan songket. Sejak mendirikan Purana pada 2008 lalu, ini merupakan kali pertama Nonita menggunakan kain asal Palembang itu.


Nonita menghabiskan waktu hampir sepekan untuk mencari songket yang tepat dan cocok dengan gaya Purana. Pilihan pun jatuh pada songket Palembang yang di-print, mempertimbangkan harga yang jauh lebih murah.

"Ini pertama kalinya pakai songket saya sengaja pilih dari suplier yang lebih simpel," kata Nonita sebelum tampil di JFF 2019 yang digelar di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (8/3).


Setelah mendapatkan kain songket yang sesuai, Nonita pun berpikir keras mengolah songket agar tidak terlalu formal, seperti gambaran songket yang dikenal selama ini.

"Tantangannya seperti bagaimana pengaturan motifnya horizontal atau vertikal. Dipadukan dengan kain apa supaya tampilannya lebih modern, enggak diklasifikasikan baju etnik gitu loh," tutur Nonita.

Inovasi Purana Meracik Songket Jadi Lebih ModernPurana jadi show penutup di gelaran hari pertama JFF 2019. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Agar lebih modern, Nonita banyak bermain dengan corak songket dan dipadukan dengan kain bermotif garus-garus dari bahan linen yang tipis supaya tetap nyaman. Nonita tetap konsisten pada nilai yang dianut Purana untuk selalu menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Dalam waktu dua bulan, Nonita berhasil membuat delapan tampilan inovatif dari songket Palembang yang ditampilkan di JFF 2019.

Koleksi ini didominasi dengan warna merah dan hitam dari songket print yang dhiasi corak berbenang emas, khas songket.


Nonita mengolah songket itu menjadi gaun, coat, luaran yang dipadukan dengan jumpsuit yang sudah jadi ciri khas Purana. Beberapa tampilan saling dikombinasikan sehingga terlihat ber-layering.

Inovasi terbaru dari koleksi anyar Purana ini adalah beberapa koleksi bisa digunakan dengan banyak cara. 

Misalnya luaran yang bisa dipakai menjadi gaun. Cara ini diperagakan oleh model saat tampil di JFF. Sang model tiba-tiba membuka gaunnya, lalu menjadikannya luaran yang menimbukan decak kagum penonton yang memenuhi atrium Plaza Ambarrukmo.

"Beberapa item memiliki styling yang beda. Misalnya ada yang punya dua kerah dan bisa dipakai jadi luaran atau gaun dengan potongan yang benar-benar beda," ucap Nonita yang kini berusia 40 tahun ini.


Nonita mengaku ingin membuat busananya dapat dipakai dengan beragam cara yang tetap modern.

Purana jadi show penutup di gelaran hari pertama JFF 2019. Penampilan Purana didahului oleh 11 label busana dan desainer seperti d'Ranaya, Sanet, DBK, Ariesanthi, Melinda Angelica, Anunk Aqeela, Lady in Kaftan, Happy Gallery, Wanita, Lavi, dan nylima.

JFF 2019 yang sudah digelar selama tujuh tahun terakhir ini merupakan rangkaian dari ulang tahun Plaza Ambarrukmo. Ajang mode ini menampilkan lebih dari 600 outfit yang pamerkan pada 8-10 Maret 2019.

[Gambas:Video CNN] (ptj/stu)