Ghea Panggabean Angkat Kemilau Sriwijaya Lewat Swarnadwipa

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 16:14 WIB
Ghea Panggabean Angkat Kemilau Sriwijaya Lewat Swarnadwipa Ghea meracik songket menjadi busana yang anggun dan bersahaja dalam koleksi terbarunya bertajuk Swarnadwipa, terinspirasi dari kemilau keemasan Sriwijaya. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Kreasi songket Palembang karya desainer Ghea Panggabean jadi primadona di hari kedua peragaan busana Jogja Fashion Festival (JFF) 2019. Ghea meracik songket menjadi busana yang anggun dan bersahaja dalam koleksi terbarunya bertajuk Swarnadwipa.

Desainer senior yang sudah berusia 64 tahun itu terinspirasi dari kemilau keemasan Swarnadwipa, julukan untuk Pulau Sumatera di masa lampau yang berarti pulau emas. Ghea lalu menggunakan songket Palembang dan Bangka untuk menggambarkan keelokan bumi Sumatera ini.

Songket dipilih karena menurut Ghea, kain ini merupakan ratu dari tenun lantaran memiliki detail dan proses perajin yang rumit dan butuh keahlian tinggi.


"Saya mengangkat Swarnadwipa khususnya kemilau keemasan Sriwijaya," kata Ghea di ajang JFF 2019 di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, Sabtu (9/3).

Koleksi Swarnadwipa karya Ghea Panggabean.Koleksi Swarnadwipa karya Ghea Panggabean. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)



Berpegang pada filosofi itu, Ghea lalu mentranslasikan wujud songket menjadi lebih elegan tapi tetap simpel.

Hasilnya, Ghea mengombinasikan songket dan bahan sifon dan organza yang lebih jatuh di tubuh. Kombinasi kain-kain tersebut menghilangkan kesan berat yang selama ini melekat pada songket.

Ghea membuatnya menjadi ragam kebaya modern dengan potongan longgar dan juga pas badan, coat, gaun mini dan tunik. Penggunaan songket terlihat di beberapa bagian seperti bawahan, selendang, atau bahkan hanya sekedar bis di sepanjang pinggiran baju.

Ghea Panggabean sudah puluhan tahun berkecimpung mengolah songket.Ghea Panggabean sudah puluhan tahun berkecimpung mengolah songket. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Detail berupa bordiran emas menghiasi 24 koleksi yang dipamerkan Ghea kali ini. Kilau emas itu terlihat jelas dalam ragam warna mulai dari warna bumi hingga warna-warna cerah seperti pink dan biru elektrik. Busana ini pas dikenakan untuk menghadiri acara-acara formal seperti undangan pernikahan.

Selama satu setengah bulan meracik koleksi ini, Ghea mengaku tak menemukan kesulitan berarti. Dia sudah terbiasa mengolah songket selama 40 tahun berkarier di dunia mode.

"Tidak ada kesulitan, hanya memang rumit dan lebih lama karena harus detail," ungkap Ghea.

Koleksi terbaru Ghea Panggabean untuk Jogja Fashion Festival 2019 dari songket Palembang.Koleksi terbaru Ghea Panggabean untuk Jogja Fashion Festival 2019 dari songket Palembang. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)




Ghea merupakan desainer tamu yang diundang langsung oleh JFF 2019. Dia menjadi penampil pertama di show sesi kedua, hari kedua JFF. Setelah Ghea, tampil Rumah Budi Susanto, Griya Batik Haruanto, Bella Sara, Ariesanthi, dan ditutup oleh Ikat Indonesia.

JFF 2019 merupakan festival mode tahunan besutan Plaza Ambarrukmo. Memasuki tahun ketujuh, JFF 2019 dihelat pada 8-10 Maret dan menampilkan lebih dari 600 look. (ptj/end)