Waspada Kaki Gajah yang Ditularkan oleh Semua Jenis Nyamuk

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 17:31 WIB
Waspada Kaki Gajah yang Ditularkan oleh Semua Jenis Nyamuk Ilustrasi nyamuk (REUTERS/Josue Decavele)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain demam berdarah dengue (DBD) dan malaria, masyarakat Indonesia patut waspada dengan penyakit gigitan nyamuk lainnya yakni filariasis atau kaki gajah. Berbeda dengan DBD dan malaria yang ditularkan melalui satu jenis nyamuk, filariasis dapat ditularkan oleh semua jenis nyamuk.

Penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filarial dan ditularkan melalui gigitan nyamuk.

"Seseorang dapat terkena penyakit kaki gajah jika digigit oleh nyamuk yang membawa larva cacing filarial," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (18/3).


Nadia menjelaskan, awalnya parasit filarial didapatkan nyamuk dari kera atau kucing, lalu ditularkan ke manusia. Di dalam tubuh manusia, larva itu tumbuh menjadi cacing dewasa dan bisa menghasilkan jutaan anak cacing.


Cacing itu hidup di dalam tubuh dan dapat menyebabkan penyumbatan di saluran dan kelenjar getah bening. Dampak yang paling parah, cacing infektif itu bisa menyebabkan anggota tubuh mengalami kecacatan.

"Penyakit ini bisa menimbulkan kecacatan yang menetap. Penyakit ini penting untuk dieliminasi karena kecacatan yang ditimbulkannya dapat menyebabkan penderita tidak produktif," tutur Nadia.

Gejala awal yang timbul pada orang yang terjangkit kaki gajah di antaranya ditandai dengan demam berulang satu sampai dua kali setiap bulan bila bekerja berat, tapi dapat sembuh tanpa diobati.

Muncul pula benjolan dan terasa nyeri pada lipat paha atau ketiak. Bagian tubuh seperti kaki, tangan, atau payudara mengalami pembesaran yang hilang timbul akibat pergerakan cacing filarial.


Data Kementerian Kesehatan menunjukkan hanya ada enam provinsi yang bukan daerah endemis filariasis di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan NTB.

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sebanyak 236 kabupaten/kota yang tersebar di 28 provinsi merupakan daerah endemis filariasis. Sampai dengan 2018, dilaporkan 12.677 kasus klinis kronis tersebar di 34 provinsi.

Penyebaran penyakit kaki gajah dapat dicegah dengan menggunakan kelambu saat tidur, menutup ventilasi rumah dengan kawat kassa, menggunakan obat nyamuk, dan menggunakan alat pelindung diri atau obat oles anti nyamuk. Masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Masyarakat penting juga menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan sarang nyamuk, menimbun, mengeringkan, atau mengalirkan air yang tergenang, dan minum obat pencegahan filariasis secara teratur," ucap Nadia.

Jika terjadi bengkak pada anggota tubuh, ada baiknya untuk mencuci bagian tubuh tersebut dengan air bersih dan sabun, lalu beri salep antibiotik/antijamur. Cara ini dapat dilakukan untuk mencegah kecacatan akibat filariasis.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)