5 Makanan Terlarang untuk Penderita Asam Urat

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 09:56 WIB
5 Makanan Terlarang untuk Penderita Asam Urat Ilustrasi sayuran (kkolosov/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asam urat atau hiperurisemia adalah penyakit yang tergolong dalam artritis (radang sendi).

Di Amerika, penyakit ini sudah menyerang 8,3 juta orang. Ciri-cirinya adalah nyeri tiba-tiba di sekitar persendian, bengkak, bahkan meradang. Penyakit ini biasanya dipicu oleh kandungan purin yang tinggi di dalam darah. Untuk memecah purin tersebut, tubuh akan memproduksi asam urat.

Ketika kadar asam urat terlalu banyak dan tidak seluruhnya tersekresi secara sempurna, sisanya akan menumpuk di sendi-sendi yang akhirnya menyebabkan rasa nyeri dan ngilu.


Beruntung, asam urat masih bisa dikontrol dengan menghindari makanan yang kaya akan purin. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa makanan yang harus dihindari penderita asam urat.

1. Daging Merah dan jeroan
Buat para pecinta barbeque dan gulai, ada baiknya Anda membatasi kedua makanan ini. Daging merah dari sapi muda, babi, kambing.

Aneka jenis daging, khususnya domba, memiliki kandungan purin yang sangat tinggi. Tak cuma daging, aneka jeroan seperti otak, usus, paru-paru, hati, lidah dan limpa hewan juga mengandung purin tinggi.

Hanya saja ini tak berarti Anda tak boleh sama sekali makan daging dan jeroan. Anda hanya perlu membatasi asupannya per hari agar tak berlebihan.

2. Unggas
Selain jenis daging merah, aneka daging putih seperti daging unggas juga tinggi purin.

Yang termasuk jenis unggas adalah angsa, bebek, burung dan kalkun. Keempat jenis unggas ini memiliki kandungan purin yang lebih tinggi daripada daging putih pada umumnya.

Namun ayam masih aman untuk Anda makan selama tidak dimasak menggunakan banyak minyak dan maksimal dikonsumsi sebanyak 50 gram per hari.

3. Makanan laut
Seafood is heaven. Sayang, para penderita asam urat harus menekan nafsunya untuk melahap makanan ini. Ada beberapa makanan laut yang benar-benar dipantang seperti ikan sarden, ikan haring, ikan kembung, teri, telur ikan, kerang, tiram, udang, kepiting dan lobster.

Namun jika Anda benar-benar ingin makan ikan, salmon masih bisa dimakan karena kandungan purinnya lebih rendah daripada ikan-ikan lainnya.

4. Makanan olahan
Selain tidak sehat dan miskin gizi, makanan olahan seperti sarden kalengan, kornet, abon, daging cincang dan dendeng memiliki kandungan purin yang tinggi. Jadi pastikan menghindari makanan-makanan instan ini dan mulailah hidup sehat dengan rajin memasak makanan sehat.

5. Beberapa sayuran dan kacang-kacangan
Sayur-sayuran memang kaya gizi dan manfaat. Namun beberapa sayuran seperti bayam, asparagus, jamur kuping, bayam, kol, bunga kol, daun papaya, buncis, kangkung dan daun singkong juga kaya akan kandungan purin. Kacang-kacangan seperti melinjo, kacang hijau, kacang kering, kacang tanah dan tauge juga mengandung banyak purin. (fau/chs)