Dua Sisi Perilaku Merekam dan Menyebarkan Video Seks

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 06/04/2019 21:04 WIB
Dua Sisi Perilaku Merekam dan Menyebarkan Video Seks Mantan personel boyband Bigbang, Seungri, ditetapkan sebagai tersangka penyebaran video seks dan foto porno yang direkam secara ilegal. (YONHAP / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan personel boyband Bigbang, Seungri ditetapkan sebagai tersangka penyebar video seks dan foto porno yang direkam secara ilegal. Kasus ini juga melibatkan dua selebriti K-Pop lainnya, Jung Joon Young dan Choi Jong Hoon.

Perilaku merekam dan menyebarkan video seks bisa dilihat dari dua sisi. Perilaku itu bisa menjadi wajar jika dilakukan secara konsensual. "Atas persetujuan semua pihak yang terlibat," ujar psikolog Anita Hendarko. Namun, perilaku itu bisa mengarah pada gangguan psikologis jika dinilai merugikan salah satu pihak.

"Jika salah satu pasangan terobsesi terus-menerus untuk merekam hubungan seksual dan kemudian menyebarkan, kemungkinan orang tersebut bisa mengalami gangguan psikologi, misalnya eksibisionis," kata Anita yang merupakan psikolog di Personal Growth kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/4).


Eksibisionis adalah kelainan mental di mana seseorang akan mendapatkan kepuasan jika memamerkan alat kelamin atau kegiatan vitalnya di ranah publik.

Dari sudut pandang psikologi sosial, tutur Anita, perilaku merekam dan menyebarkan video seks juga bisa menjadi gangguan jika dilihat dari faktor budaya atau norma yang berlaku di Indonesia.

Secara rinci, psikolog seksual Inez Kristanti menyebut, diperlukan pemeriksaan psikologis yang menyeluruh untuk menentukan apakah seseorang memiliki gangguan psikologi atau tidak.

Inez menilai, mengabadikan hubungan seks merupakan salah satu variasi yang dapat meningkatkan gairah saat berhubungan. Namun, hal ini menjadi masalah jika tidak mendapatkan persetujuan dari orang yang terlibat dalam video atau foto seks tersebut.

"Apabila itu tidak konsensual, maka itu perilaku yang tidak menghormati privasi orang yang bersangkutan dan oleh karena itu tidak bisa dibenarkan," kata Inez.

Ada beberapa alasan yang membuat seseorang senang menyebarkan video seks. Mulai dari kesenangan, pengakuan, hingga mempertunjukkan kemampuan dalam melakukan hubungan seks.

"Misalnya bahwa ia bisa melakukan hubungan seksual dengan orang tertentu yang ia inginkan, atau karena ia ingin mempertunjukkan kemampuannya dalam melakukan hubungan seksual tersebut kepada orang lain," ucap Inez.

Sementara dari kacamata gender, kata Inez, perilaku pria yang gemar merekam aktivitas seks tanpa persetujuan pasangan menandakan keinginan kaum adam untuk menunjukkan maskulinitasnya.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)