Remaja Habiskan Rp36 Juta Belanja Pakaian dan Makanan

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 09:14 WIB
Remaja Habiskan Rp36 Juta Belanja Pakaian dan Makanan Ilustrasi belanja (REUTERS/Charles Platiau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebiasaan menghabiskan uang untuk makanan dan pakaian sudah dipupuk sejak usia remaja. Survei terbaru menunjukkan, remaja dapat menghabiskan uang ribuan dolar atau jutaan rupiah setiap tahunnya hanya untuk berbelanja makanan dan pakaian.

Survei anyar dari Piper Jaffray menemukan rata-rata remaja dapat menghabiskan US$2.600 atau mencapai Rp36 juta untuk makanan dan pakaian setiap tahunnya. Remaja menggunakan uang untuk berbelanja di beragam toko retail, label fesyen, dan makanan cepat saji.

Studi ini menjadikan 8 ribu remaja dengan rata-rata usia 16 tahun di Amerika Serikat sebagai responden. Sebanyak 54 persen responden merupakan laki-laki dan 46 persen responden adalah perempuan. Survei ini mencoba mencari tahu perilaku belanja remaja atau disebut gen Z yang lahir antara 1997-2012.


Terdapat perbedaan belanja antara remaja perempuan dan laki-laki. Remaja laki-laki menghabiskan lebih banyak uang untuk makanan, sedangkan perempuan membelanjakan uang mereka pada pakaian.

Survei ini juga mendapati 83 persen remaja memiliki iPhone. Ini berarti banyak dari mereka berbelanja secara daring melalui telepon pintar yang dimilikinya. Separuh dari remaja menyatakan Amazon merupakan situs favorit untuk berbelanja.

"Gen Z adalah kelompok demografis asli pertama secara digital yang lahir dengan telepon di tangan mereka. Gen Z sebenarnya peduli [tentang tujuan sosial dan politik]. Ini bisa menjadi generasi yang kuat," kata analis Piper Jaffray, Erinn Murphy, dikutip dari CNBC.

Label fesyen favorit remaja adalah Nike, diikuti oleh American Eagle, Adidas, Forever 21, dan Hollister. Label Victoria's Secret dan H&M juga masuk dalam jajaran top 10 merek fesyen yang digemari remaja. Label sepatu Vans juga mengambil pangsa pasar remaja sebesar 20 persen, bercokol di bawah Nike sebesar 41 persen.

Piper Jaffray memperkirakan remaja menyumbang lebih dari US$75 miliar dari daya beli tahun lalu. Sekitar seperempat populasi AS merupakan orang berusia di bawah 20 tahun.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)