5 Efek Samping Suntik Filler Wajah

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 18:16 WIB
5 Efek Samping Suntik <i>Filler</i> Wajah Ilustrasi (Istockphoto/GMint)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di zaman kiwari, kesempurnaan wajah bisa dibuat-buat. Sebut saja tren terkini suntik filler wajah. Meski diklaim dapat membuat wajah terlihat lebih muda, namun prosedur ini tak lepas dari efek samping yang melingkupinya.

American Society of Plastic Surgeons mencatat, sebanyak 2,7 juta prosedur suntik filler wajah dilakukan pada tahun 2017. Angka ini meningkat tiga persen dari tahun sebelumnya.

Suntik filler wajah jadi salah satu solusi untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan pada wajah. Prosedur ini menawarkan hasil yang bersifat sementara dalam hitungan bulan atau tahun tergantung pada kualitas produk.


Namun, seperti semua prosedur medis lainnya, suntik filler menimbulkan efek samping yang bisa berbahaya untuk jangka panjang seperti berikut mengutip berbagai sumber.

1. Pembengkakan
Memar dan pembengkakan di area suntikan adalah ihwal lumrah. Umumnya, bengkak akan berkurang setelah beberapa jam pasca-penyuntikan.

Namun, dampak berbeda akan muncul jika Anda menggunakan implan wajah permanen sebagai bahan filler. Mengutip LiveStrong, dalam kondisi itu, bengkak akan bertahan lebih lama hingga hitungan minggu.

Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan kompres dengan air dingin untuk mengurangi iritasi.

2. Kelumpuhan otot
Beberapa jenis filler seperti Botox dan Myobloc menimbulkan botulisme. Nama terakhir merupakan kondisi keracunan serius yang disebabkan racun dari bakteri Clostridium botulinum.

Saat disuntikkan, racun ini dapat menyebabkan kelumpuhan otot sementara dan luka minor pada lokasi penyuntikan.

Dalam beberapa kasus, toksin botulisme dapat menyebar ke area lain pada tubuh dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius hingga menyasar otot pernapasan. Kesulitan menelan yang ditimbulkan dapat membuat pasien mengembangkan pneumonia.

3. Kematian sel kulit
Meski jarang terjadi, kematian sel kulit akibat suntik filler dapat muncul jika jaringan lain mengalami kerusakan signifikan selama prosedur. Dengan kata lain, kematian sel kulit dapat terjadi jika infeksi berkembang setelah perawatan.

Kematian sel kulit kemungkinan besar terjadi saat filler digunakan untuk bagian wajah di sekitar bibir dan dahi. Kematian sel kulit dapat menyebabkan jaringan parut yang membutuhkan operasi tambahan.

4. Kebutaan
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Society of Plastic Surgeon mengeksplorasi bagaimana filler telah menjadi penyebab beberapa kasus kebutaan.

Teranyar, seorang wanita Australia dilaporkan kehilangan penglihatan pada mata kanan setelah menerima suntikan filler di sebuah salon kecantikan pada Oktober 2018 lalu.

Mengutip Healthline, kebutaan dapat terjadi saat filler disuntikkan ke dalam arteri dan menghalangi aliran darah ke mata.

"Bahan filler yang disuntikkan secara tidak benar ke dalam arteri utama mata, yang tepat berada di bawah mata, akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah," ujar ahli kulit, dr Lily Talakoub, mengutip Allure. Saat ini terjadi, alirah darah ke mata akan terhambat dan menyebabkan hilangnya penglihatan.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)