Bahaya Diet Ekstrem Seperti yang Dilakukan CEO Twitter

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 12:38 WIB
Bahaya Diet Ekstrem Seperti yang Dilakukan CEO Twitter Jack Dorsey (Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi setiap orang, diet itu berbeda-beda. Ada yang butuh diet untuk menurunkan berat badan tapi ada juga yang butuh diet untuk menaikkan berat badannya.

CEO Twitter Jack Dorsey ternyata juga melakukan diet dengan caranya sendiri. Dalam podcast Ben Greenfield dia mengungkapkan bahwa dia biasanya hanya makan satu kali sehari dan puasa saat akhir pekan.

Diet ini terdengar sangat ekstrem. Mengapa setiap hari dia hanya makan sekali dan berpuasa total saat akhir pekan?


Sebenarnya puasa memang memiliki keuntungan dan manfaat sendiri. Namun tetap saja puasa pun juga ada batas dan aturannya. Puasa total sepanjang hari saat akhir pekan bisa berpotensi berbahaya.


Mengutip Men's Health, Dorsey juga mengungkapkan kalau dia hanya makan satu kali sehari saat malam hari pukul 18.30 atau 21.30. Dia memilih untuk makan protein seperti steak, ayam, atau ikan dengan tambahan beberapa sayuran hijau seperti asparagus, bayam, dan kubis Brussel.

Sedangkan untuk makanan penutupnya, dia memilih untuk makan buah dan cokelat hitam. Terkadang dia juga minum wine.

Dorsey mungkin berpikir kalau makan akan menghalangi hidupnya. Mengapa harus makan ketika Anda bisa bekerja? Kepada CNBC dia mengungkapkan bahwa makan satu kali sehari memungkinkannya untuk merasa lebih fokus pada pekerjaan.

Tentunya ini adalah pikiran yang salah. Makan juga berguna untuk pembentukan energi yang dipakai untuk bekerja. Bukankah Anda tak akan bisa bekerja ketika perut lapar?

"Ukuran kesuksesan diet ini baru bisa diukur jika dilakukan berkelanjutan dan jangka panjang. Meskipun sekarang ini sangat trendi untuk menjadi orang yang berbeda dari yang lainnya, namun kita semua tahu bahwa tubuh butuh asupan konsisten dari protein, serat, dan tentunya vitamin, mineral, dan antioksidan," kata Chris Mohr, ahli nutrisi kesehatan.

"Makan itu bukan hanya tentang kalori dan gizi, tapi makan adalah waktu yang tepat bagi orang dan keluarga untuk terhubung satu sama lain."

Diet makan satu kali ini sebenarnya bukan hal baru. Gaya makan ini dikenal dengan intermitten diet. Diet ini dianggap sebagai cara paling cepat untuk menurunkan berat badan. Selebriti seperti Terry Crews dan Hugh Jackman adalah selebriti yang mempraktikkan diet ini.

Hanya saja, dalam kasus Dorsey ini dia hanya makan satu kali sehari dengan makanan rendah kalori. Pola ini disebut-sebut sangat berisiko.


Mengutip Rolling Stones, selain efek kesehatan jangka pendek seperti pusing, sakit kepala ringan, sakit kepala, dan kelelahan, diet seperti ini bisa merusak organ dalam jika dilakukan dalam jangka panjang. Kerusakan ini akan merusak hati dan ginjal.

Manusia dianggap punya keinginan untuk mengendalikan segala hal termasuk asupan makanan, produktivitas, sampai buang air besar.

"Di Amerika sudah begitu banyak ketidakteraturan dalam banyak hal soal makanan. Banyak yang berkata,'Lihat, Anda harus membatasi ini dan itu," pada akhirnya Anda hanya akan mendengar, 'Jangan makan,'," kata ahli gizi Maya Feller.

"Mereka akan masuk ke dalam pola melaparkan diri. Dan hal ini sama sekali tidak menguntungkan."

Bagaimana dengan tujuan untuk menurunkan berat badan? Ahli gangguan makan Michele Kabas mengungkapkan bahwa puasa intermiten juga tidak efektif untuk menurunkan berat badan.

"Ketika Anda berkali-kali membatasi makan, itu berati Anda sedang mengatur kemungkinan untuk 'pesta berlebihan' (makan banyak)," katanya.

Artinya puasa sepanjang hari yang Anda jalankan tak akan ada artinya jika saat puasa selesai Anda hanya akan makan banyak makanan manis dan berkalori.

"Jika Anda akan makan sekali sehari (seperti Dorsey) maka makanan itu juga harus sempurna, punya vitamin, mineral, lemak, dan karbohidrat yang dibutuhkan," ucap Feller.

"Saya hanya khawatir kekurangan vitamin dan mineral. Karena efek samping lainnya adalah sembelit akibat kurang serat."

(chs/chs)