Peneliti Temukan Bakteri Meningitis di Kolam Bola Anak

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 11:31 WIB
Peneliti Temukan Bakteri Meningitis di Kolam Bola Anak Ilustrasi kolam bola (Istockphoto/Deucee_)
Jakarta, CNN Indonesia -- Si buah hati boleh bahagia saat bermain di kolam bola. Namun, di balik teriakan bahagia anak, ada risiko penyakit yang mengintai termasuk meningitis dan pneumonia.

Sebuah studi menemukan bahwa kolam bola penuh dengan bakteri berbahaya. Studi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti di University of Georgia ini memeriksa enam area kolam bola di Amerika Serikat yang digunakan sebagai terapi anak-anak dengan autisme.

"Kolam bola sering terkontaminasi dengan kotoran, muntah, feses, atau urine," ujar pemimpin penelitian, dr Mary Ellen Oesterle, mengutip Daily Mail.


Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Infection Control ini mengidentifikasi 31 bakteri yang ada di dalam kolam bola. Ditemukan sembilan di antaranya merupakan bakteri patogen yang menjadi penyebab beberapa penyakit berbahaya.

Peneliti menemukan adanya bakteri Enterococcus faecalis yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan meningitis. Ada pula bakteri Staphylococcus hominis yang menjadi penyebab infeksi aliran darah.

Selain itu, peneliti juga menemukan bakteri Strestococcus oralis penyebab gangguan pernapasan. Bakteri Acinetobacter lwofii penyebab pneumonia juga ditemukan dalam kolam bola.

Kondisi yang kotor membuat kolam bola menjadi sarang bakteri. Belum lagi jadwal pembersihan yang bisa berlangsung setelah hitungan minggu. Rentang waktu itu memungkinkan mikroorganisme berakumulasi dan menginfeksi orang yang ada di sekitarnya.

Anak-anak dengan luka di kulit memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi. Terlebih jika sistem kekebalan tubuh mereka tengah terganggu.

"Inti dari penelitian ini menunjukkan bahwa kolam bola dapat menimbulkan bahaya infeksi," ujar Presiden Asosiasi for Professionals in Infection Control and Epidemiology, Karen Hoffmann, mengutip Science Daily.

Popularitas kolam bola telah meningkat sejak sejumlah restoran memasangnya sebagai area bermain anak pada era 1980-an. Selain dihadirkan sebagai area bermain di ruang publik, kolam bola juga menjadi terapi fisik bagi anak-anak dengan autisme.

Kurangnya peraturan tentang pembersihan area bermain seperti kolam bola memungkinkan bakteri berkembangbiak. Penelitian merekomendasikan setiap fasilitas ruang bermain anak untuk menetapkan standar pembersihan rutin.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)