Tips Menghindari Bahaya Abu Vulkanik Gunung Berapi

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 15:37 WIB
Tips Menghindari Bahaya Abu Vulkanik Gunung Berapi Gunung Anak Krakatau (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik berupa asam hitam dan awan panas. 

Berdasarkan pengamatan di Pulau Sertung pada Jumat (28/12) dini hari, tampak asap kawah bertekanan kuat dengan intensitas tebal dan tinggi 200-600 meter di atas puncak kawah. Awan panas ini teramati bergerak ke arah selatan.

Jika terpapar pada manusia, awan panas ini dapat berbahaya dan berdampak buruk bagi kesehatan karena mengandung partikel yang bersifat iritatif dan korosif.


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyatakan abu vulkanik itu dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Apabila debu itu terhirup dalam jumlah cukup banyak dapat menyebabkan tenggorokan gatal dan batuk, sesak napas, dan dada terasa sakit.


Upaya pencegahan penting untuk menghindari munculnya dampak kesehatan akibat abu vulkanik letusan gunung api ini. 

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari bahaya abu vulkanik dari PDPI.

1. Menghindari aktivitas luar ruangan
Ketua Umum PDPI dokter spesialis paru Agus Dwi Susanto menyarankan agar orang yang berada pada radius penyebaran abu vulkanik untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka.

"Kalau ada abu vulkanik sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan karena konsentrasi abu yang tinggi di ruang terbuka," kata Agus kepada CNNIndonesia.com, Jumat (28/12).

2. Tutup jendela dan ventilasi
Jika rumah Anda berada dalam radius penyebaran abu vulkanik, tutup jendela dan ventilasi udara rapat-rapat agar debu abu vulkanik tidak masuk ke dalam rumah.

Hindari keluar rumah bila tidak mendesak. Matikan pula alat yang menghisap udara luar untuk masuk ke dalam rumah seperti AC. 

3. Gunakan proteksi
Bila terpaksa keluar rumah atau harus beraktivitas di ruang terbuka, gunakan proteksi yang cukup untuk mengurangi risiko bahaya dari abu vulkanik. Proteksi yang digunakan dapat berupa baju tertutup, masker, dan kacamata.

"Pake baju dan celana panjang mencegah iritasi kulit, pakai kacamata, dan masker yang ideal itu N95, yang biasa juga tidak masalah," ucap Agus.

4. Sedia obat
Ada baiknya menyediakan obat-obatan terutama bagi orang yang sudah memiliki penyakit terkait paru-paru. Letakkan obat-obatan ini pada tempat yang mudah diambil dan dibawa-bawa.


5. Segera ke dokter
Bila sudah muncul gejala seperti iritasi pada kulit dan mata atau batuk-batuk segera ke pelayanan kesehatan  terdekat untuk mendapat perawatan dan mencegah keadaan yang lebih parah.

"Kalau dada terasa berat dan batuk segera ke dokter," ujar Agus. (ptj/chs)