Banyak Kecelakaan, Prancis Larang Skuter Listrik di Trotoar

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 08/05/2019 15:34 WIB
Banyak Kecelakaan, Prancis Larang Skuter Listrik di Trotoar Ilustrasi. (MEHDI FEDOUACH / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prancis akan melarang skuter listrik beroperasi di trotoar pada bulan September, kata Menteri Transportasi, sebagai penyelesaian kasus kecelakaan akibat skuter yang menimpa pejalan kaki.

Diperkirakan 15 ribu unit skuter yang dioperasikan oleh beberapa perusahaan telah membanjiri ibukota Prancis sejak diperkenalkan tahun lalu, jumlah yang diproyeksikan meningkat menjadi 40 ribu pada akhir tahun ini.

Elisabeth Borne, seperti yang ditulis Le Parisien pada Sabtu (4/5), mengatakan bahwa siapa pun yang mengendarai skuter listrik, monowheel, pengangkut pribadi, atau papan hover di trotoar akan didenda 135 euro (sekitar Rp2,1 juta) mulai September.



Sebaliknya, mereka harus menggunakan jalan atau jalur bersepeda khusus, "jadi pejalan kaki tidak lagi terjepit di tembok", kata Borne.

Pengembangan kendaraan transportasi pribadi yang sangat populer "terjadi sangat cepat dan sedikit anarkis", lanjutnya.

Pengendara masih akan diizinkan untuk menggunakan alat tersebut di trotoar selama mesin dimatikan.


Layanan penyewaan skuter, dari perusahaan seperti Lime and Bird yang berbasis di Amerika Serikat - dan raksasa yang baru Uber - telah terbukti sangat populer di banyak kota.

Prancis mengikuti keputusan oleh Peru untuk melarang skuter bermotor di trotoar dan daerah pejalan kaki.

Walikota Paris Anne Hidalgo bulan lalu sudah mengumumkan langkah-langkah untuk melindungi pejalan kaki dari skuter listrik, "terutama orang tua dan anak-anak".

Dia mengatakan pengendara skuter listrik yang ugal-ugalan dan parkir sembarangan bisa didenda 35 euro (sekitar Rp560 ribu) - tetapi Dewan Kota Paris telah berjanji untuk membangun tempat parkir untuk 2.500 skuter.

Balai Kota Berlin juga telah menyusun aturan baru untuk skuter listrik, sementara Spanyol Barcelona telah sepenuhnya melarang layanan penyewaan skuter.

Lebih dari 1.500 orang telah dirawat karena cedera akibat menggunakan skuter listrik bertenaga baterai di Amerika Serikat sejak tren tersebut menggila pada akhir 2017, sebuah survei Consumer Reports menunjukkan pada bulan Februari.


[Gambas:Video CNN]

(ard)