Raja Ampat Jadi Destinasi Wisata Favorit Pecinta Ular

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 09:34 WIB
Raja Ampat Jadi Destinasi Wisata Favorit Pecinta Ular Kawasan Raja Ampat. (Foto: AFP PHOTO / GOH CHAI HIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selama ini citra Provinsi Papua Barat selalu identik dengan alam bawah laut, terlebih di kawasan wisata Raja Ampat. Bahkan kemolekan Raja Ampat juga sudah diakui oleh dunia internasional.

Namun siapa sangka jika wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat rupanya tidak hanya wisatawan penikmat keindahan laut saja, tetapi juga wisatawan pencinta reptil terlebih khusus penggemar ular.

Pemandu wisata minat khusus Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Raja, Maurits, mengatakan wisatawan minat khusus pencinta reptil berkunjung ke Raja Ampat guna mencari ular sanca hijau (Morelia viridis) yang merupakan satwa endemik Papua.


Dia mengatakan ular sanca hijau adalah jenis piton tidak berbisa yang hidup di pohon, dengan corak warna yang unik.

Hewan ini menjadi incaran wisatawan pencinta reptil guna diabadikan dalam foto.

Menurut Maurits habitat sanca hijau menyebar di hutan hujan sampai ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut. Ular terbesar senang berada di semak dan pohon berdaun lebat.

Ular sanca hijau itu dapat dijumpai di Empat Pulau besar Raja Ampat yakni Pulau Waigeo, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Misool.

Uniknya ular sanca hijau di setiap pulau di Raja Ampat punya corak warna yang berbeda. Ada yang hijau bintik putih, ada pula hijau bintik kuning dan ada juga hijau biru.

"Keunikan itulah yang membuat wisatawan pencinta reptil senang karena dapat mengoleksi ular sanca hijau endemik Papua dengan corak warna berpariasi," ujar Maurits, seperti yang dikutip dari Antara, Kamis (16/5).

Sanca hijau memiliki tubuh yang relatif langsing. Kepala hewan ini besar dan bisa dengan jelas dibedakan dari lehernya.

Hewan ini memiliki moncong yang besar dan lancip. Penampang tubuh hewan ini berbentuk segitiga dengan tulang belakang yang menonjol.

Hewan ini biasanya mencapai panjang total 1,5-1,8 meter, namun untuk betina bisa mencapai 2 meter.

[Gambas:Video CNN] (agr)