Psikolog klinis anak, Kantiana Taslim menjelaskan, pemahaman anak-anak masih terbatas sehingga orang tua sebaiknya mengawasi media yang ditonton atau dilihat oleh anak.
Kantiana menyarankan agar orang tua tidak membiarkan anak melihat tayangan yang penuh kekerasan. Jika perlu, orang tua mendampingi anak saat menonton berita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rusuh Aksi 22 Mei, Pasar Tanah Abang Lumpuh |
Jika anak bertanya mengenai situasi yang terjadi, orang tua diminta untuk memberi penjelasan secara sederhana yang dapat dipahami oleh anak.
"Misalnya, saat ini ada sekelompok orang yang marah dan tidak setuju dengan hasil pemilihan presiden," ujar Kantiana.
Kantiana menyebut, sampaikan pula kepada anak bahwa perasaan tidak setuju dan rasa marah adalah emosi yang wajar dirasakan.
"Namun, yang menjadi masalah adalah rasa marah tersebut disampaikan dengan tidak baik sehingga orang-orang di sekitar menjadi terganggu dan khawatir," tutur Kantiana.
Orang tua juga mesti memperlihatkan situasi yang positif dan dapat menenangkan anak sehingga anak tidak melulu terpapar berita yang negatif.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)