Membuat Anak Memahami Situasi Kerusuhan Seperti Aksi 22 Mei

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 10:57 WIB
Membuat Anak Memahami Situasi Kerusuhan Seperti Aksi 22 Mei Ilustrasi anak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi 22 Mei yang berujung rusuh dan ricuh membuat resah masyarakat, termasuk anak-anak. Video aksi kerusuhan dan tayangan televisi dapat diakses dengan bebas oleh anak-anak.

Psikolog klinis anak, Kantiana Taslim menjelaskan, pemahaman anak-anak masih terbatas sehingga orang tua sebaiknya mengawasi media yang ditonton atau dilihat oleh anak.

Kantiana menyarankan agar orang tua tidak membiarkan anak melihat tayangan yang penuh kekerasan. Jika perlu, orang tua mendampingi anak saat menonton berita.


"Pilih berita yang dapat diakses anak. Jauhi sumber-sumber berita yang penuh dengan kekerasan dan yang belum terkonfirmasi kebenarannya," kata Kantiana kepada CNNIndonesia.com, Rabu (22/5).

Jika anak bertanya mengenai situasi yang terjadi, orang tua diminta untuk memberi penjelasan secara sederhana yang dapat dipahami oleh anak.

"Misalnya, saat ini ada sekelompok orang yang marah dan tidak setuju dengan hasil pemilihan presiden," ujar Kantiana.

Kantiana menyebut, sampaikan pula kepada anak bahwa perasaan tidak setuju dan rasa marah adalah emosi yang wajar dirasakan.

"Namun, yang menjadi masalah adalah rasa marah tersebut disampaikan dengan tidak baik sehingga orang-orang di sekitar menjadi terganggu dan khawatir," tutur Kantiana.

Sampaikan juga kepada anak bahwa bagaimana pun kondisi saat ini, anak berada bersama orang-orang yang menyayangi dan akan selalu menjaga mereka. Katakan juga ada polisi yang menjaga keamanan dan bertugas dengan maksimal sehingga anak merasa semakin aman.

Orang tua juga mesti memperlihatkan situasi yang positif dan dapat menenangkan anak sehingga anak tidak melulu terpapar berita yang negatif. 

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)