Melansir CNN, klasifikasi baru diharapkan dapat meningkatkan penerimaan sosial terhadap kaum transgender.
"Kami memiliki pemahaman bahwa transgender sebenarnya bukan kondisi kesehatan mental. Istilah itu hanya meninggalkan stigma," ujar perwakilan WHO, dr Lale Say. Untuk mengurangi stigma, klasifikasi transgender ditempatkan pada bab yang berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klasifikasi anyar itu mendapat respons positif dari kalangan LGBT. "Ini adalah upaya luar biasa. Saya gembira WHO setuju bahwa identitas gender bukan penyakit mental," ujar perwakilan kelompok Transgender Eropa, Julia Ehrt.
Kendati demikian, WHO tak berharap perubahan ICD ini memengaruhi kebutuhan kaum transgender untuk perawatan kesehatan. Dengan mengurangi stigma sosial, WHO berharap lebih banyak kaum transgender yang terdorong untuk mencari pengobatan.
Selain bertindak sebagai dasar untuk melihat perkembangan tren kesehatan global, ICD juga memberikan standar untuk tujuan penelitian terkait sejumlah penyakit.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)