Empat Festival untuk Sambut Lebaran di Tanah Datar

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 03/06/2019 12:23 WIB
Empat Festival untuk Sambut Lebaran di Tanah Datar Perhelatan Pacu Jawi di Nagari Labuh, Limo Kaum, Tanah Datar. (Foto: ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyambut idul fitri 1440 Hijriah, beberapa daerah di Indonesia menggelar acara untuk memeriahkan momen silaturahim bersama sanak famili.

Salah satu daerah yang turut memeriahkannya adalah Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Tahun ini pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyiapkan empat festival untuk memeriahkan idul fitri tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar, Abdul Hakim, keempat festival tersebut adalah Festival Takbiran, Alek Pacu Jawi, Lintau Expo, dan Pasar Van der Capellen.


Mengutip Antara, Senin (3/6), Abdul Hakim menuturkan festival takbiran akan diadakan pada malam takbiran atau Selasa (4/6) malam, dan dipusatkan di lapangan Cindua Mato Kota Batusangkar.

Kemudian festival Alek Pacu Jawi yang diadakan pada 8 Juni. Dalam festival ini, alek anak nagari yang diadakan di dalam sawah berlumpur yang dikendalikan oleh seorang joki.

Joki tersebut akan mengendalikan jawi (sapi) pada sawah tersebut hingga batas yang ditentukan, tidak jarang seorang joki menggigit buntut jawi agar jawi itu kencang larinya.

Saat ini Alek pacu jawi di Tanah Datar sudah digelar di empat kecamatan, yakni di Pariangan, Rambatan, Lima Kaum, dan Sungai Tarab.

Selanjutnya adalah Festival Lintau Expo yang akan diadakan pada 9-11 Juni. Festival ini akan mengeksplorasi potensi kuliner, kesenian, pariwisata, silat, dan produk-produk anak nagari Tanah Datar yang selama ini terpendam.

Terakhir festival andalan Tanah Datar untuk menyambut dan semarakkan Lebaran, yakni pasar kreatif pasar Van der Capellen.

Acara ini akan mengambil tempat di kawasan Benteng Van der Capellen, sebuah bangunan tua peninggalan zaman Belanda.

Kegiatan pasar seperti ini mengingatkan kembali masyarakat yang berkunjung ke lokasi itu seperti zaman dahulu, karena lokasi itu di desain seperti konsep Minang tempo dulu.

Pasar ini tidak hanya desainnya saja yang tempo dulu, namun makanan tradisional Minangkabau yang sudah jarang ditemukan saat ini juga tersedia di destinasi digital tersebut.

Pasar Van der Capellen hadir pada Sabtu dan Minggu. Diharapkan kehadiran pasar tersebut mampu memberikan pengalaman berkesan pada perantau.


[Gambas:Video CNN] (agr)