7 Pekerjaan yang Sulit Dijelaskan pada Kerabat Saat Lebaran

tim, CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 10:26 WIB
7 Pekerjaan yang Sulit Dijelaskan pada Kerabat Saat Lebaran ilustrasi kerja (Bench Accounting via StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia -- Momen Lebaran dimanfaatkan sebagai momen berkumpul bersama keluarga. Selain menikmati hidangan khas Lebaran, sudah jadi hal biasa jika anggota keluarga besar bertanya banyak hal termasuk soal pasangan dan pekerjaan. Maklum saja, pulang kampung hanya dilakukan di momen seperti ini. 

Seiring kemajuan era teknologi, mau tak mau jenis pekerjaan makin beragam. Pekerjaan konvensional semacam pegawai pabrik, guru, sopir atau manager barangkali makin jarang didengar. Sebagai gantinya, ada tujuh pekerjaan yang kemungkinan bakal mengundang kernyit di dahi saat keluarga mendengarnya. 

1. SEO specialist


SEO merupakan kependekan dari search engine optimization atau usaha-usaha yang dilakukan untuk mengoptimalisasi website agar mendapatkan peringkat yang lebih baik di hasil pencarian. Seorang SEO specialist bertugas untuk meningkatkan ranking website atau produk yang ditanganinya mencapai peringkat tertentu di mesin pencari misalnya Google. Di Google, website yang muncul di posisi atas adalah website yang sering diakses pengunjung atau memperoleh 'klik'. 


Keberadaan mesin pencari mempermudah orang untuk memperoleh informasi yang diinginkan. SEO specialist berupaya menjadikan websitenya jadi website terbaik sesuai kata kunci yang dimasukkan orang ke mesin pencari. 

Tentu bukan hal mudah menjelaskan pekerjaan ini pada keluarga apalagi pada mereka yang jarang bersentuhan dengan mesin pencari di internet.

2. Social media specialist

Bicara soal media sosial, Anda pasti beranggapan kalau bekerja sambil bermain media sosial.

Namun benarkan social media specialist ini hanya bermain-main atau update status di sosial media tapi dapat gaji? Tentu saja tidak.

Kenyataannya tidak sesederhana itu. Social media specialist bertanggung jawab akan media sosial yang dimiliki sebuah perusahaan. 

Tak hanya mengunggah foto plus sebaris dua baris tulisan, dia juga harus mengambil langkah strategis dalam menempatkan konten, penggunaan kata kunci yang tepat, hingga perencanaan waktu publikasi agar bisa meraup penonton sebanyak mungkin. 


3. Vlogger atau youtuber

Awalnya hobi membuat video kegiatan sehari-hari atau vlog hanya sekadar hobi. Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan ini bisa mendatangkan uang. Tengok saja Atta Halilintar dan Ria Ricis. Mereka memperoleh pundi-pundi dari pekerjaan sebagai vlogger. 

Buat keluarga besar, barangkali pekerjaan vlogger tak lebih dari sekadar syuting makan-makan, syuting dandan, atau syuting hal lainnya lalu mengunggah video ke Youtube.

Yang tak diketahui adalah, seorang vlogger perlu mencari ide dan merancang konten video hingga menentukan waktu pengambilan gambar agar maksimal dan sesuai keinginan dan disukai banyak orang.

4. Food stylist

Siapa yang tak tergoda dengan unggahan foto makanan di media sosial? Detail makanan, warna hingga tata letaknya bisa menggugah selera padahal ini hanya gambar dua dimensi. Aktor intelektual di balik unggahan ini bisa jadi seorang food stylist. 

Jasa ini awalnya hanya memenuhi kebutuhan iklan di majalah, kemudian berkembang ke iklan-iklan digital. Tak seperti stylist untuk busana, profesi food stylist termasuk langka. 

5. Content writer

Jika ditanya pekerjaan, barangkali ada yang menjawab sebagai penulis atau writer. Padahal ada pekerjaan yang lebih spesifik yakni content writer. Profesi ini berbeda dengan penulis buku atau novel. Content writer lewat tulisannya bertanggung jawab akan branding perusahaan, turut meningkatkan SEO website perusahaan dan memonitor statistik artikel. 

Berkat tanggung jawab ini maka satu syarat mutlak yang musti dimiliki ialah kreativitas. Dialah yang menentukan konten atau isi artikel website, deskripsi produk, riset dan kadang konten di media sosial. 

6. Atlet eSport

Jika punya pekerjaan sebagai atlet eSport, kemungkinan keluarga akan memandang Anda sebagai tukang main game. Pekerjaan ini memang belum lama muncul tetapi siapa sangka, sudah ada yang bisa 'hidup' lewat profesi atlet eSport. 

Selain atletnya, eSport juga memberikan lapangan pekerjaan lewat caster atau komentator dan manajer tim. Caster bertanggung jawab untuk menghidupkan pertandingan sehingga penonton antusias mengikuti jalannya pertandingan. Sedangkan manajer bertanggung jawab menjaga mood atlet hingga persiapan jelang pertandingan. 

7. Buzzer

Bicara promosi di media sosial artinya juga bicara soal buzzer. Lewat informasi yang diberikan buzzer, harapannya informasi akan ramai dibicarakan. Buzzer musti orang yang punya pengaruh dan populer atau bahasa kekiniannya punya banyak pengikut. Buzzer tak jarang direkrut untuk kampanye baik kampanye produk atau kampanye politik. (els/chs)