Studi: Musik Dapat Ringankan Rasa Sakit Karena Kanker

tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 06:27 WIB
Studi: Musik Dapat Ringankan Rasa Sakit Karena Kanker Ilustrasi musik (Egle_pe/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musik bukan hanya sekadar hiburan. Mendengarkan musik ternyata dapat mengurangi rasa sakit dari sel kanker yang ganas dan menyebar cepat di dalam tubuh.

Penelitian terbaru menunjukkan mendengarkan musik di rumah dapat mengurangi rasa sakit dan kelelahan karena kanker. Mendengarkan musik juga bisa mengurangi gejala kanker seperti kehilangan nafsu makan dan kesulitan berkonsentrasi.

Studi dari Taiwan yang baru saja dipublikasikan di European Journal of Cancer Care ini menganalisis pasien kanker payudara yang diminta untuk mendengarkan musik selama 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Sebanyak 60 pasien kanker payudara terlibat dalam penelitian ini.


Sebagian pasien diberikan instruksi untuk mendengarkan jenis musik ambient, terutama dari suara lingkungan. Hasilnya, jenis musik ini tidak terlalu banyak mengurangi rasa sakit atau gejala kanker.


Sebagian lainnya diminta mendengarkan musik yang terdapat dalam pemutar MP3 yang sudah disediakan. Di dalamnya terdapat pilihan musik klasik, parlor, populer, Taiwan, dan religius.

Hasilnya, mendengarkan musik ini dapat mengurangi efek samping kanker dan pengobatan yang berlangsung selama 24 pekan.

Para pasien menyebut musik membantu kesehatan fisik dan psikologis mereka karena menjauhkan diri dari pikiran negatif tentang kanker. Mendengarkan musik dapat memacu hormon endorfin, dopamin, dan serotonin di otak. Hormon-hormon ini memicu kegembiraan dan emosi positif yang mengalihkan perhatian pasien dari emosi negatif. 

Musik juga dapat memengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, pernapasan, otot, kerangka, saraf, dan metabolisme, meredakan ketegangan otot dan rasa sakit.

Peneliti pun menyimpulkan terapi musik ini memberikan manfaat yang baik untuk pasien kanker. 


"Terapi musik itu nyaman, tidak melibatkan prosedur invasif, dan dapat dengan mudah digunakan oleh orang-orang di rumah mereka," kata peneliti Kuei Ru Chou dari Taipei Medical University, kepada Reuters.

"Intervensi musik berbasis rumah juga tak butuh biaya. Karena perawatan di rumah sekarang ini bisa sangat mahal harganya."

[Gambas:Video CNN] (ptj/chs)