Chikungunya menjangkiti wilayah Pamijahan sejak Mei 2019. Menjangkitnya penyakit membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor meningkatkan status menjadi waspada, sebagaimana diberitakan sejumlah media lokal.
Meski tak termasuk penyakit kronis, tapi flu tulang dapat membuat tubuh penderita akan terasa tak nyaman. Betapa tidak, chikungunya adalah demam yang disertai dengan rasa nyeri hebat pada persendian. Tak sedikit nyeri sendi yang berujung membuat tubuh lemah dan tak berdaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), chikungunya pertama kali ditemukan di Tanzania pada 1952 silam. Sebagian besar flu tulang menyerang sejumlah negara di Afrika dan Asia.
Kasus chikungunya pertama di Amerika dilaporkan terjadi pada 2013 di Kepulauan Karibia. Sejak itu, lebih dari 1,7 juta kasus flu tulang dilaporkan menyerang warga Karibia, sejumlah negara di Amerika Latin, dan Amerika Serikat.
Lihat juga:Waspadai Tempat Favorit Nyamuk Aedes |
Nyamuk Aedes albhopictus umumnya ditemukan menggigit sepanjang hari, sejak pagi hingga sore. Pagi dan sore hari menjadi puncak bagi nyamuk untuk mencari mangsa.
Gejala akan timbul pada 4-8 hari setelah terinfeksi gigitan nyamuk. Selain demam dan nyeri sendiri, gejala chikungunya juga disertai oleh sakit kepala, mual, kelelahan, dan ruam.
Sampai saat ini, tak ada antivirus untuk chikungunya. Mengutip situs kesehatan Mayo Clinic, pengobatan hanya diarahkan untuk meredakan gejala, termasuk penggunaan anti-piretik dan analgesik untuk mengatasi nyeri sendi.
Kebanyakan penderita pulih dengan sendirinya selama 3-10 hari. Namun, bagi sebagian orang, nyeri sendi dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)