5 Kesalahan yang Pria Lakukan di Atas Ranjang

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 00:47 WIB
5 Kesalahan yang Pria Lakukan di Atas Ranjang Ilustrasi (Foto: Istockphoto/Denisfilm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seks kerap dikaitkan dengan teknik atau posisi. Teknik yang kurang memuaskan biasa muncul sebagai masalah di atas ranjang.

Padahal, masalah di atas ranjang tak cuma perkara teknik dan posisi. Masih banyak hal-hal lain yang melatarbelakangi, termasuk apa yang dirasa dan dilakukan pria.

Berikut kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pria di ranjang, mengutip Psychology Today.


1. Merasa tak menarik secara fisik
Beberapa pria merasa dirinya tak menarik di hadapan pasangan. Mereka menganggap faktor tersebut memengaruhi menurunnya libido pasangan.

Padahal, perlu diketahui, respons pria dan wanita akan berbeda saat melihat lawan jenis yang dianggap menarik. Hasrat pria tertanam pada tubuh, sedang wanita terletak pada ingatan, imajinasi, dan fantasi.

Pria akan merasakan hal berbeda saat melihat wanita yang dianggapnya menarik. Ketertarikannya menimbulkan sensasi berbeda pada organ intim. Semakin dalam ketertarikannya, aksi ranjang akan semakin bergairah.

Sementara pada wanita, lawan jenis yang menarik, tampan, dan seksi tak serta merta membuat organ intimnya terlubrikasi. Jadi, pria perlu tahu, bahwa hasrat seksual wanita yang rendah tak cuma disebabkan oleh tampilan pria yang tidak menarik.

2. Frustasi karena wanita sulit terangsang secara seksual
Ibarat pemanggang gas dan pemanggang arang, pria dan wanita memiliki jalur gairah yang berbeda.

Wanita bisa saja cepat terangsang. Namun, sering kali fisiologi mereka tak membiarkan pemanasan berlangsung cepat. Artinya, pria perlu cerdik melakukan foreplay.

Saat pria terlihat frustasi atau kecewa akibat pasangan yang juga tak terangsang, wanita bisa menangkapnya. Akibatnya, wanita akan lebih lama siap untuk proses penetrasi.

3. Hanya memikirkan ereksi dan tahan lama
Pria bisa merusak keintiman hubungan seksual akibat terlalu mengkhawatirkan ereksi dan berapa lama mereka bisa bertahan. Pria akan berupaya untuk ereksi, kemudian berjuang mencapai klimaks. Perjalanan menuju klimaks akan membuat mereka tampak jauh, terisolasi, dan tidak bisa disentuh.

Pria bisa mengatasi hal tersebut dengan membisikkan kata-kata manis pada pasangan. Jika terjadi ejakulasi dini, pria tak perlu bersalah. Katakan bahwa ejakulasi dini terjadi akibat begitu menariknya pasangan.

4. Terlalu cepat
Pria senang saat organ intimnya dirangsang secara langsung. Mereka akan menganggap bahwa pasangan akan merasakan hal yang sama. Akibatnya, mereka terlalu cepat bergerak menuju 'menu utama' tanpa membuat awalan. Hal tersebut hanya akan membuat hubungan intim terasa tak menggairahkan.

Pria disarankan meluangkan waktu untuk melakukan foreplay seperti mencium atau memijat tubuh pasangan.

5. Stimulasi hanya pada organ intim wanita
Apa yang dirasakan pada penis, begitu pula yang dirasakan pada organ intim wanita. Setidaknya, begitu pria beranggapan. Akibatnya, pria banyak menstimulasi organ intim wanita.

Padahal, vagina akan merasakan sensasinya melalui tekanan dan peregangan. Sebagai catatan bagi pria, beri pasangan stimulasi pada bagian klitoris. Sensasi yang dirasakan klitoris sejajar dengan apa yang pria rasakan pada penis.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)