Hati-hati, Pria Juga Bisa Bau 'Ikan Asin'

tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 20:42 WIB
Hati-hati, Pria Juga Bisa Bau 'Ikan Asin' ilustrasi bau (Istockphoto/liza5450)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masih ingat kasus 'ikan asin'? Artis Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Galih diduga melanggar unsur asusila dan mencemarkan nama Fairuz A. Rafiq, yang diketahui adalah mantan istrinya sendiri dengan kalimat 'bau ikan asin' di YouTube Rey Utami dan Pablo Benua.  

Beranjak dari kasus ini, banyak wanita yang mengevaluasi kesehatan area intimnya. Namun bukan berarti pria tak bisa 'bau ikan asin'. Ada beberapa hal yang membuat area intim pria memiliki bau tidak sedap.

1. Asupan makanan


Makanan rupanya turut berkontribusi pada si 'bau ikan asin' di organ intim. Ada tiga jenis makanan yang perlu dikontrol porsinya yakni sayur-sayuran cruciferous, ikan-ikanan dan makanan siap saji (fast food). 

Cruciferous vegetable memang sehat dikonsumsi. Golongan sayuran jenis ini antara lain brokoli, kubis, kembang kol, dan sayuran dari keluarga brassica lain memiliki banyak manfaat buat kesehatan. Sayuran ini bisa menimbulkan bau tak sedap jika dikonsumsi berlebihan apalagi saat dimakan mentah. 


Meski jarang, ada pula orang dengan kondisi Trimethylaminuria (sindrom bau ikan), tubuh akan berbau seperti ikan setelah makan makanan yang mengandung ikan. Namun kondisi ini sangat jarang terjadi. 

Kemudian makanan yang bisa memicu bau tubuh tak sedap ialah makanan cepat saji. Konsumsi makanan tinggi gula bisa mengubah komposisi keringat tubuh. Keringat dengan gula akan memberi makan bakteri kulit. Bakteri bisa berkembang biak lebih cepat dan mengakibatkan bau tak sedap. 

2. Keringat

Keringat berhubungan dengan bau badan termasuk bau pada area intim pria. Keringat sebenarnya bermanfaat untuk tubuh seperti mendinginkan tubuh, mengatur suhu tubuh dan mengeliminasi racun dari tubuh. 

Akan tetapi saat keringat bertemu bakteri, maka akan tercium bau tak menyenangkan. Untuk urusan ketiak, pemakaian deodoran atau antiperspirant tetapi untuk urusan area intim, cukup dijaga kebersihannya. 


3. Celana ketat

Area intim selalu dalam kondisi tertutup kecuali saat mandi atau buang air. Area ini pun tak pernah absen mengenakan celana dalam dan celana panjang atau jenis celana lain. Lapisan-lapisan ini membuat kondisi area intim lebih hangat, lembap, dan berkeringat apalagi jika celana yang dikenakan terlalu ketat. 

4. Infeksi jamur

Area intim bisa berbau tak sedap akibat infeksi jamur. Jamur Candida pada penis bisa tumbuh tak terkontrol sehingga menimbulkan bau. Tak hanya bau, infeksi jamur bisa menimbulkan kemerahan, rasa gatal atau sensasi terbakar, atau area penis seperti lembap yang tak biasa. 

Infeksi jamur biasanya akibat pria tidak mencuci penis dengan bersih. Infeksi pun bisa menular lewat hubungan seks dengan wanita yang sudah terinfeksi jamur. 

5. Penyakit menular seksual

Pria perlu hati-hati sebab area intim bau 'ikan asin' juga bisa merupakan gejala penyakit menular seksual seperti gonorrhea (kencing nanah) dan klamidia. 

Kencing nanah timbul akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae atau Gonococcus. Ini bisa dialami pada pria maupun wanita. Pada pria, gejala yang timbul biasanya keluar nanah dari penis, rasa sakit atau sensasi terbakar, kemudian frekuensi kencing melebihi normal. 

Sedangkan klamidia ialah PMS yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Gejalanya antara lain, rasa sakit saat buang air, testis bengkak, iritasi pada rektum dan keluar cairan seperti nanah dari penis. (els/chs)