Narezushi, Sushi Paling 'Primitif ' dan Berbau Kuat di Jepang

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 09:42 WIB
Wajah sushi awalnya bukanlah seperti nasi gulung dengan aneka isian dan topping, melainkan dalam bentuk ikan utuh dan berbau kuat. Wajah sushi awalnya bukanlah seperti nasi gulung dengan aneka isian dan topping, melainkan dalam bentuk ikan utuh dan berbau kuat.(Courtesy of Biwako Visitors Bureau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sushi adalah salah satu makanan yang paling populer dan tradisional di Jepang.

Nasi gulung dengan berbagai isian dan topping ini biasanya disantap dengan tambahan wasabi dan kecap asin.

Namun kenyataannya, sushi awalnya tak berwajah seperti itu. Narezushi adalah jenis sushi paling awal di Jepang.



Berbeda dengan sushi yang biasa dikonsumsi. Narezushi disebit sebagai sushi pertama, paling primitif dan paling awal. Narezushi adalah ikan fermentasi yang diawetkan dengan nasi.

Tidak diketahui kapan narezushi ini ditemukan, namun diperkirakan pada abad ke-8 narezushi masuk ke Jepang. Meskipun banyak orang menyukai rasanya, narezushi memiliki bau yang sangat kuat.

Di sekitar Danau Biwa, danau terbesar di Jepang, narezushi menjadi makanan pokok dan sumber protein yang penting. Mengutip CNN, di daerah tersebut yang paling umum dibuat adalah funazushi yang terbuat dari ikan nigorobuna.

Resep narezushi ini berbeda-beda di setiap keluarga, sebagian besar memiliki resep sendiri yang diturunkan dari generasi ke generasi. Meskipun memiliki resep yang berbeda, narezushi tetap diolah dengan metode yang sama.

Salmon sushiFoto: CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti
Salmon sushi


Pertama ikan diawetkan dengan garam selama beberapa bulan sampai kering. Ikan ini dicampur dengan nasi dan difermentasikan kembali. Ikan ini disimpan di ruangan gelap dengan suhu ruangan.

Ikan yang telah difermentasikan bisa dibiarkan selama berbulan-bulan, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.


Bagaimana dengan rasanya?

Narezushi biasanya dijual dalam bentuk satu ikan utuh dan dilengkapi dengan saus goopy atau yogurt. Koki akan mengiris sushi ini dengan tipis dan menyajikannya diatas nasi. Namun narezushi juga disajikan dengan bubur dan teh panas atau pun digoreng.

Narezusi memiliki aroma seperti limbah dan rasa asam yang kuat.

"Orang-orang yang mencintai funazushi, mereka sangat menyukainya." kata Kazyuki Oashi, koki eksekutif di Lake Biwa Marriot Hotel.

Jika sushi jenis ini diolah dengan benar, bagian kepala ikan juga bisa dikonsumsi.

Jika berada di Jepang, narezushi sangat mudah ditemukan. Untuk sushi dengan kualitas tinggi, bisa mencari di toko tradisional yang ada di sepanjang tepi Danau Biwa.

Kimura, salah satu toko yang menjual hidangan tersebut lebih dari lima puluh tahun. 

"Karena ikan ini langka sekarang, tak semua nelayan bisa menangkapnya, jadi kami berpikir ini adalah makanan khusus, ini bukan lagi hal yang biasa," kata Akiko Higashimomo, seorang penjaga toko Kimura.


"Biasanya dipesan saat acara keluarga dan acara khusus karena memiliki rasa yang sangat kuat. Ini bukan sesuatu yang bisa Anda makan setiap harinya."

Higashimomo sendiri mengungkapkan bahwa menyantap narezushi biasanya dilakukan dengan perlahan.

"Jika Anda mencobanya sedikit, cobalah dengan sake. Ini bisa terasa enak dengan wine, karena rasanya seperti blue cheese."

(cel/chs)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK