Selamat Tinggal Kesemutan di Penerbangan Domestik Jepang

CNN Indonesia | Selasa, 16/07/2019 20:21 WIB
Selamat Tinggal Kesemutan di Penerbangan Domestik Jepang Suasana kabin A350. (Istockphoto/VanderWolf-Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siap-siap memanjangkan sabar saat melakukan penerbangan jarak pendek, karena biasanya pesawat yang digunakan berukuran kecil sehingga area bangku dan bagasi menjadi lebih sempit.

Menjelang Olimpiade Tokyo 2020, maskapai Japan Airlines (JAL) memperkenalkan layanan baru, berupa pesawat Airbus A350 untuk penerbangan domestiknya.

Hal ini menjadi luar biasa, karena umumnya pesawat jenis Airbus A350 digunakan untuk penerbangan jarak jauh demi area bangku dan bagasi yang lebih lebar.



Dikutip dari Travel and Leisure pada Selasa (16/7), penerbangan perdana Airbus A350 yang dimiliki maskapai asal Jepang itu akan dilakukan pada 1 September 2019, dengan rute Tokyo ke Fukuoka, yang durasinya hanya dua jam.

JAL membuat kabin pesawat tersebut lebih nyaman, dengan menanamkan teknologi meminimalisir tekanan udara, pengatur kelembaban, hingga area kaki, bagasi, dan jendela yang lebih luas.

Di dalam pesawat ini terjual tiga jenis tiket; kelas utama, bisnis, dan ekonomi.

Walau berbeda harga, namun kenyamanannya kurang lebih sama, karena bodi pesawat yang lebih lebar.

Setiap bangku juga dilengkapi sistem hiburan terpadu, kamera pemandangan luar pesawat, dan yang lebih penting: WiFi gratis.

Bagi penumpang yang duduk di kelas utama berkapasitas 12 bangku bisa mendapatkan bangku dengan sistem pijat elektronik, sekat pemisah antarbangku, dan bagasi yang lebih besar dari kelas bisnis dan ekonomi.

Sementara itu kelas bisnis berkapasitas 94 bangku dengan konfigurasi tempat duduk 2-4-2.

Penumpang yang duduk di kelas ini bisa memanjangkan kaki dengan alat bantu khusus yang terpasang di setiap bangku.


Penumpang kelas ekonomi tak dilupakan. Sebanyak 263 penumpang nantinya duduk di area dengan konfigurasi 3-3 dengan ukuran bangku 17,3 inci, lebih lebar dari pesawat domestik pada umumnya.

Ukuran bangku tersebut lebih lega sedikit dari bangku di kelas ekonomi Garuda Indonesia dengan pesawat Airbus A330-200, yakni berukuran 17 inci.

Durasi penerbangan dua jam mungkin tidaklah cukup untuk menikmati penerbangan bak sultan itu.

Ini adalah kali pertama pesawat Airbus A350 digunakan untuk penerbangan jarak pendek.

Pihak JAL memilih jenis pesawat tersebut karena terbilang hemat bahan bakar, ramah lingkungan, dan senyap.

Tapi ini bukan yang pertama kali JAL menggunakan pesawat berbodi lebar untuk penerbangan domestik.

Sebelumnya mereka pernah menggunakan Boeing 777 dan 747 pada tahun 1970an, karena saat itu permintaan penerbangan antarkota di Jepang meningkat.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)