Perempuan Berkebaya, Ajakan untuk Berkebaya Tiap Hari

tim, CNN Indonesia | Rabu, 17/07/2019 08:55 WIB
Perempuan Berkebaya, Ajakan untuk Berkebaya Tiap Hari Sebagai busana nasional, kebaya hanya digunakan saat acara-acara tertentu. Padahal sebenarnya kebaya bisa juga digunakan untuk berbagai acara dan kesempatan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebaya identik dengan pakaian untuk acara-acara tertentu seperti menghadiri pernikahan, wisuda, atau peringatan hari kebangsaan. Meski begitu, bukan berarti kebaya tak bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari.

Untuk menggaungkan kebaya sebagai busana harian, Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (KPB Indonesia) dan Universitas Pelita Harapan mencanangkan gerakan Indonesia Berkebaya. Gerakan ini mengajak masyarakat Indonesia memakai kebaya untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari ke pasar, bekerja, hingga nongkrong bersama kawan-kawan.

Kebaya dipilih karena merupakan pakaian nasional yang dikenal di seluruh Indonesia. Komunitas Perempuan Berkebaya ingin menjadikan kebaya melekat sebagai identitas bangsa Indonesia, layaknya pakaian sari di India.


"Kebaya merupakan busana yang memiliki nilai sejarah panjang, punya andil dalam proses kemerdekaan. Mengapa enggak kita pakai? Kenapa enggak diangkat jadi pakaian identitas, seperti pakaian sari di India. Maunya kebaya jadi seperti itu," kata Ketua KBP Indonesia Rahmi Hidayati dalam deklarasi Indonesia Berkebaya di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (16/7).


Rahmi dan pegiat KPB mengaku sudah memakai kebaya untuk kegiatan sehari-hari mereka. Rahmi bahkan memakai kebaya untuk naik gunung. 


"Saya sudah pakai kebaya tiap hari, hanya mandi saja tidak saya pakai. Naik gunung pun saya pakai. Tidak sulit, asal tahu cara memakai kainnya," ungkap Rahmi.

Indonesia Berkebaya dimulai dengan gerakan Selasa Berkebaya. Gerakan ini mengajak setiap orang untuk berkebaya pada hari Selasa, apapun kegiatannya.  

Desainer Musa Widiatmodjo menjelaskan memakai kebaya setiap hari dan berinovasi dengan kebaya tidak menyalahi aturan atau pakem. Menurutnya, pakem berkebaya mesti diikuti pada momen yang tepat.


Perempuan Berkebaya, Ajakan untuk Berkebaya Tiap HariFoto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono


"Berkebaya itu bukan pakem-pakem, tapi pakem pada momennya misalnya pada acara adat, itu tidak boleh diganggu," ucap Musa.

Selain gerakan berkebaya, KPB Indonesia berencana untuk mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO seperti Batik. Mereka juga meminta pemerintah untuk menetapkan salah satu tanggal sebagai Hari Kebaya Nasional.


Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan akan langsung menindaklanjuti wacana kegiatan Indonesia Berkebaya tersebut.

"Diskusi kali ini konkret karena ada semacam usulan dari panitia. Saya mau memfasilitasi pertemuan dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Jadi bahan bahan ini untuk minggu depan atau pertemuan lanjutan dari diskusi ini rencananya membahas soal itu," kata Hilmar. (ptj/chs)