Kedelai merupakan salah satu dari lima protein nabati utama di China. Dengan 36,5 persen protein, 19,9 persen lemak, 9,3 persen serat, dan isoflavon di dalamnya, kedelai menjadi alternatif makanan yang banyak dinikmati.
Berbagai kandungan sehat yang ada di dalamnya membuat kedelai kerap menjadi komponen diet tradisional di Asia selama ribuan tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Mengontrol kenaikan berat badan
Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi protein kedelai ampuh membantu penurunan berat badan. Mengutip Stylecraze, protein pada kedelai mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida plasma yang berujung pada penurunan berat badan.
Selain itu, isoflavon juga disebut-sebut sebagai komponen aktif yang berperan dalam penurunan berat badan.
Tak hanya pada orang dengan obesitas, menurunkan berat badan dengan mengonsumsi kedelai juga bisa berfungsi pada mereka dengan berat badan normal.
2. Mengurangi risiko kanker
Isoflavon dalam kedelai telah diakui memiliki sifat antikanker. Isoflavon berperan dalam mencegah beberapa kanker akibat hormon seperti payudara, prostat, dan serviks.
Lihat juga:10 Makanan Penurun Kolesterol |
3. Mengontrol kesehatan orang dengan diabetes
Manfaat kedelai juga bisa dinikmati oleh orang-orang dengan diabetes. Fitokimia pada kedelai merupakan antioksidan yang kuat. Senyawa ini dipercaya dapat melindungi orang dengan diabetes dari kerusakan oksidatif yang dapat memperburuk penyakit.
Selain itu, produk kedelai yang difermentasi juga diklaim lebih ampuh berperan sebagai agen antidiabetes. Para peneliti menduga, hal ini terjadi akibat perubahan struktur kimia isoflavon dan biomolekul aktif saat proses fermentasi berlangsung.
Ilustrasi. Manfaat kedelai dipercaya dapat mencegah kerusakan oksidatif pada pengidap diabetes. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Rambut membutuhkan banyak zat besi, zync, dan mineral untuk tumbuh. Termasuk pula protein dan air yang berfungsi untuk menjaga kesehatan rambut.
Protein dan mineral kedelai dapat memperkuat poros dan folikel rambut. Keduanya disebut dapat mencegah kerontokan pada rambut.
5. Menyehatkan jantung
Manfaat kedelai juga kerap dikaitkan dengan kesehatan kardiovaskular. Dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dimiliki, isoflavon disebut sebagai yang paling berperan dalam hal ini.
Isoflavon pada kedelai diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah yang akan menyehatkan jantung.
Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal NCBI juga menemukan, konsumsi 25 gram protein kedelai dapat menurunkan tekanan darah.
Lihat juga:6 Manfaat Kubis untuk Kesehatan |
Masa menopause ditandai dengan menurunnya kadar estrogen. Hormon satu ini sangat penting dalam menjaga dan melindungi tulang tetap sehat.
Kandungan fitrogen yang ada pada kedelai memiliki fungsi serupa dengan estrogen pada manusia. Menambahkan kedelai pada menu diet dapat membantu Anda terhindar dari osteoporosis.
7. Menyehatkan kulit
Kedelai mengandung bahan bioaktif seperti tanin, isoflavon, dan proanthocyanidins. Ekstrak yang kaya komponen ini dilaporkan bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit.
Beragam kandungan di atas diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, mencerahkan kulit, dan melindungi kulit dari sinar UV.
Manfaat kedelai dapat digunakan untuk mengobati hiperpigmentasi. Fitokimia pada kedelai menghambat kelebihan produksi melanin sehingga mencegah timbulnya bercak pigmentasi pada kulit.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)
Ilustrasi. Manfaat kedelai dipercaya dapat mencegah kerusakan oksidatif pada pengidap diabetes. (CNN Indonesia/Hesti Rika)