Panduan Naik Kereta di Jepang

CNN Indonesia | Senin, 22/07/2019 17:06 WIB
Panduan Naik Kereta di Jepang Ilustrasi. (Istockphoto/HIT1912)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kereta sangat bisa diandalkan untuk keliling Jepang. Jangan takut dan jangan khawatir, karena petugas di setiap stasiun bakal dengan ramah melayani turis yang kebingungan.

Dikutip dari Japan Guide, berikut ini panduan singkat untuk naik kereta di Jepang:

1. Tipe kereta


Ada empat tipe kereta di Jepang, yakni; Local (kakueki-teisha or futsu-densha) yang berhenti di setiap stasiun; Rapid (kaisoku) yang melewati beberapa stasiun. Harga tiket keretanya mirip dengan Local; Express (kyuko) yang melewati banyak stasiun. Harga tiket keretanya mirip dengan Local dan Rapid; Limited Express (tokkyu) yang hanya berhenti di stasiun besar; dan Super Express (shinkansen) yang dioperasikan oleh Japan Railway (JR) dan melaju di jalur khusus.


2. Tempat duduk

Kereta perjalanan jarak jauh menawarkan dua kelas tempat duduk, ordinary dan green (kelas utama).

Kelas green sudah pasti jauh lebih senyap, sepi, dan nyaman, namun hanya tiketnya 30-50 persen lebih mahal dari kelas ordinary.

Shinkansen memiliki kelas non-reserved (jiyū-seki) dan reserved (shitei-seki).

Sementara kereta local, rapid, dan express memiliki kelas non-reserved.

3. Merokok

Di kereta jarak dekat merokok tidak diperbolehkan.

Namun di kereta jarak jauh, ada ruangan bertanda khusus dengan lubang udara untuk merokok.

4. Beli tiket

Pembelian tiket bisa dilakukan menggunakan IC Cards - mirip kartu TransJakarta atau MRT.

Ada sepuluh tipe IC Card yang berlaku untuk naik transportasi umum setiap rute di Jepang.

Misalnya Suica untuk naik kereta JR rute Tokyo, Niigata, dan Sendai. Untuk naik kereta dan bus selain yang dioperasikan JR, turis bisa menggunakan kartu Pasmo.

Atau Icoca untuk naik kereta JR rute Kansai (termasuk Osaka dan Kyoto), Chugoku, dan Hokuriku. Untuk naik kereta dan bus selain yang dioperasikan JR, turis bisa menggunakan kartu Pitapa.

Jika tak memiliki IC Card, turis bisa membeli tiket melalui mesin atau loket yang ada di setiap stasiun. Perlu dicatat bahwa tak semua mesin menjual tiket kereta jarak jauh.


Cara membeli tiket melalui mesin tak jauh berbeda dengan di Indonesia. Turis tinggal memilih rute yang dituju dan memasukkan uang koin atau kertas yen.

Terkadang nama stasiun pada peta dalam mesin hanya ditulis dalam bahasa Jepang.

Jika tidak menemukan tujuan dan tarif yang sesuai, turis dapat membeli tiket dengan harga serendah mungkin, dan membayar selisihnya pada mesin penyesuaian tarif di stasiun tujuan.

Membeli tiket di loket juga sama mudahnya. Kalau takut terjadi kesalahpahaman, sebaiknya tulis data penting pembelian tiket di kertas dan tunjukkan ke petugas loket mengenai; jumlah penumpang, tanggal keberangkatan, stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, kelas ordinary atau green, serta bangku reserved atau non-reserved.

Kalau ingin bangku reserved, bisa tambahkan data nama dan nomor kereta atau waktu keberangkatan yang diinginkan.

5. Memasuki area keberangkatan

Setelah membeli tiket, langsung saja menuju area keberangkatan kereta.

Sebelum masuk, wajib hukumnya untuk memasukkan tiket yang dibeli atau tapping kartu IC Card ke pintu masuk.

Kalau memiliki JR Pass harus melewati pintu masuk khusus dengan penjaga yang bakal memeriksa kelengkapan kartu dan identitas diri.

Jangan bingung, pintu masuk tiap jenis tiket biasanya ditandai dengan jelas, begitu juga dengan peron keberangkatan.

6. Sampai stasiun tujuan

Sesampainya di stasiun tujuan, keluarlah dari area kedatangan dengan cara memasukkan tiket yang dibeli atau tapping kartu IC Card--sama seperti saat keberangkatan.

Saat membayar dengan satu tiket, tiket diterima di dalam mesin saat keluar.

Jika ongkos yang dibayar kurang, wajib membayar selisihnya di mesin "Penyesuaian Tarif (Fare Adjustment)" sebelum melewati pintu keluar. Jika tidak ada mesin seperti itu, dapat membayar selisih tiket di pintu dengan penjaga.



(ard)